Banggai – Kegiatan perkemahan yang digelar di lapangan Bumi Perkemahan Maleo, Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, tak hanya menjadi ajang pembinaan karakter dan kebersamaan bagi para peserta, tetapi juga membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat setempat.
Selama beberapa hari pelaksanaan kegiatan perkemahan, suasana Desa Koyoan tampak lebih hidup dari biasanya. Warga desa, khususnya para pelaku usaha kecil, memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan berbagai dagangan, mulai dari makanan, minuman, hingga perlengkapan kebutuhan harian para peserta perkemahan.
Berbagai tenda kecil dan lapak dadakan terlihat berjejer di sekitar area perkemahan. Anak-anak muda, ibu rumah tangga, hingga lansia turut ambil bagian dalam kegiatan ekonomi dadakan tersebut. Makanan lokal seperti nasi bungkus, gorengan, es kelapa muda, hingga kopi panas menjadi sajian favorit para peserta kemah dan pengunjung.

Menurut salah satu pengurus Karang Taruna Kecamatan Nambo, Andresusanto (38) kegiatan seperti ini sangat dinanti-nanti warga karena mampu memberikan tambahan penghasilan yang cukup signifikan.
“Kalau ada kegiatan kemah seperti ini, kami bisa jualan dari pagi sampai malam. Alhamdulillah, hasilnya bisa untuk beli beras dan kebutuhan dapur. Kadang bisa dapat ratusan ribu per hari,” ungkap Andre sambil melayani pembeli.
Tak hanya berdampak pada sektor perdagangan makanan, aktivitas kemah juga meningkatkan kunjungan ke warung-warung kelontong dan penyedia layanan lainnya seperti parkir motor, penyewaan tenda, hingga jasa laundry kecil-kecilan yang dijalankan oleh warga.
Kepala Desa Koyoan, Ahmad Ibah, mengapresiasi kegiatan perkemahan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar.
“Kegiatan seperti ini memberikan manfaat ganda. Anak-anak muda kita mendapatkan pengalaman positif, sekaligus ekonomi masyarakat juga terbantu. Ini potensi yang harus terus dikembangkan,” ujar Kades Ahmad.

Ia juga menambahkan bahwa Bumi Perkemahan Maleo memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi tetap berbagai kegiatan outdoor, termasuk jambore, pelatihan pramuka, dan kegiatan sosial lainnya. Selain letaknya yang strategis, kawasan ini memiliki lingkungan alam yang asri dan mendukung untuk kegiatan luar ruang.
Dukungan dari pemerintah daerah juga dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal yang muncul dari kegiatan kemasyarakatan semacam ini. Pembinaan bagi pelaku UMKM, penataan kawasan perkemahan, serta promosi yang lebih luas akan membantu menjadikan Desa Koyoan sebagai salah satu destinasi kegiatan edukatif dan wisata berbasis masyarakat.
Kegiatan perkemahan di Bumi Perkemahan Maleo ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara kegiatan kepemudaan dan partisipasi masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata. Diharapkan ke depan, kegiatan-kegiatan semacam ini terus digalakkan untuk mendukung pemberdayaan desa dan kesejahteraan masyarakat setempat.













