Example 970x250

381 Peserta Ikuti Jambore Ranting Nambo 2025, Wujud Nyata Pendidikan Kepramukaan

banner 120x600

BANGGAI – Langit cerah membentang di atas Bumi Perkemahan Maleo, Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, pada Rabu (1/10/2025). Di bawah naungan pepohonan rindang dan udara yang sejuk, puluhan tenda berdiri kokoh. Suasana riuh penuh semangat terpancar dari ratusan anak muda berpakaian seragam cokelat khas Pramuka, yang hadir mengikuti Jambore Ranting Kwartir Ranting (Kwarran) Nambo 2025.

Sebanyak 381 peserta dari 13 pangkalan sekolah di wilayah Nambo ambil bagian dalam kegiatan ini. Jambore Ranting yang mengusung tema “Mengasah Keterampilan, Menjalin Persaudaraan, Menuju Pramuka Unggul” bukan hanya sekadar perkemahan rutin. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi untuk Jambore Nasional 2026 dan persiapan menuju Kemah Prestasi Kwarcab Banggai tahun depan.

Acara pembukaan dihadiri oleh Camat Nambo sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting, Zubhan Ahmad, yang memberikan sambutan penuh makna. Zubhan menyampaikan bahwa jambore ini adalah momen penting bagi para peserta untuk belajar secara langsung nilai-nilai kepramukaan yang selama ini hanya mereka pelajari secara teori di sekolah.

“Tanpa pengalaman seperti ini, nilai-nilai kepramukaan hanya menjadi teori,” ujar Zubhan dengan suara tegas, di hadapan peserta, pembina, tokoh masyarakat, Forkopimcam, dan perwakilan Kwartir Cabang Banggai.

Ia menekankan bahwa tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda saat ini tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga moral dan intelektual. Dalam era banjir informasi seperti sekarang, Pramuka harus menjadi benteng nilai yang mengajarkan anak muda untuk berpikir kritis, memilah informasi, dan bertindak dengan etika.

Peserta jambore berasal dari berbagai jenjang pendidikan: 9 Sekolah Dasar, 2 Sekolah Menengah Pertama, 1 Pondok Pesantren, dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan. Mereka terbagi ke dalam kategori Pra Siaga, Siaga, Penggalang, dan Penegak.

Selama beberapa hari, mereka mengikuti berbagai rangkaian kegiatan menarik dan edukatif. Mulai dari lomba ketangkasan yang mengasah fisik dan kecakapan Pramuka, pionering yang melatih keterampilan membuat konstruksi dari alat sederhana, hingga simulasi tanggap bencana yang penting dalam membekali mental kesiapsiagaan.

Tidak hanya itu, jambore juga menyajikan sesi refleksi lewat malam renungan dan diskusi kelompok yang mendorong peserta untuk berpikir kritis serta mengenali nilai-nilai persaudaraan dan kebangsaan. Kegiatan keagamaan lintas iman juga menjadi bagian penting untuk menumbuhkan sikap saling menghormati di antara mereka.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan dukungan dari masyarakat sekitar. Kepala desa, tokoh agama, dan para orang tua turut hadir untuk memantau sekaligus mendampingi anak-anak mereka selama kegiatan berlangsung.

Menurut salah satu orang tua peserta, kegiatan seperti jambore ini sangat membantu dalam membentuk mental dan karakter anak.

“Kami bangga melihat anak-anak kami belajar mandiri dan bertanggung jawab di alam terbuka,” ujar ibu Sari, orang tua pserta.

Dalam pidato penutupnya, Zubhan mengajak para peserta untuk menjadikan jambore ini sebagai momentum untuk membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Bawalah pulang satu tindakan nyata yang bisa kalian lakukan di lingkungan sekolah, keluarga, atau masyarakat,” ajaknya.

Seruan tersebut disambut dengan yel-yel penuh semangat dari para peserta, menandakan kesiapan mereka untuk mengaplikasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan nyata.

Di tengah gelak tawa, peluh, dan semangat yang membara, tersimpan pelajaran berharga bahwa menjadi Pramuka bukan sekadar soal disiplin dan upacara, melainkan juga tentang menjaga nilai luhur, melestarikan lingkungan, serta menjadi manusia yang bertanggung jawab.

Jambore Ranting Nambo 2025 dijadwalkan berlangsung selama 3 hari ke depan, dan diharapkan mampu membekali para peserta dengan pengalaman serta nilai-nilai yang akan menjadi bekal dalam mengarungi masa depan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *