Example 970x250

Niat Mau Untung Cepat, Tiga Maling Sapi di Banggai Malah Diciduk Polisi

banner 120x600

BANGGAI — Alih-alih meraup untung instan, tiga pemuda di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, justru harus mengakhiri impian manis mereka di balik jeruji besi. Alih-alih mendadak kaya, ketiganya kini justru kompak ngincar tempat tidur gratis di Mapolsek Toili setelah nekat menggasak dua ekor sapi milik warga.

Kawanan maling amatiran tersebut masing-masing berinisial WH (23), ES (32), dan AD (22) ini tak berkutik saat diringkus oleh jajaran unit operasional Polsek Toili pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Aksi pencurian ini bermula ketika sang pemilik ternak, Ribut Setia Budi (44), mendatangi area perkebunan di Desa Benteng pada Rabu (21/10/2026) sore sekitar pukul 16.30 Wita. Seperti biasa, ia dengan tenang mengikat dua ekor sapi jantan dan betina di kebun miliknya.

Namun, keesokan paginya, Kamis (22/10/2026) pukul 07.30 Wita. Saat kembali untuk mengecek, tali ikatan tampak kosong dan kedua hewan ternaknya raib entah ke mana. Akibat aksi lancang kawanan tersebut, korban harus menelan pil pahit kerugian yang ditaksir mencapai Rp18 juta, sebelum akhirnya resmi melapor ke Polsek Toili.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Toili tidak butuh waktu lama untuk bergerak. Berbekal olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan di lapangan, polisi sukses membekuk ketiga sekawan tanpa perlawanan berarti.

Kapolsek Toili, IPTU I Putu Pratama Yoga, dalam konferensi pers Humas Polresta Banggai, mengungkapkan bahwa selain mengamankan para terduga pelaku, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan erat dengan tindak pidana pencurian ternak ini guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Kami juga mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk kepentingan penyidikan,” tegas IPTU Yoga.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kejahatan tidak pernah membawa jalan keluar. Menyikapi kejadian ini, pihak kepolisian tak henti-hentinya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan hewan ternak, serta tidak ragu segera melapor jika mendapati gerak-gerik mencurigakan di lingkungan sekitar.

Kini, alih-alih menikmati hasil curian, ketiga pemuda tersebut harus siap-siap merayakan hari-hari di balik jeruji besi sambil meratapi nasib akibat niat instan yang berujung petaka. (Ay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *