BANGGAI – Karang Taruna Kecamatan Nambo mulai mendapat angin segar dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Kamis sore, 16 Oktober 2025, organisasi kepemudaan itu menggelar pertemuan bersama PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), salah satu perusahaan energi yang beroperasi di wilayah sekitar, guna membahas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Pertemuan berlangsung di Bonua Posaanguaan, Kecamatan Nambo, sekitar pukul 04.30 WITA. Hadir dalam pertemuan itu CSR Officer PT DSLNG, Irmansyah Tija, yang didampingi oleh Community Relations Staff, Asril Budahu, serta Koordinator Bonua, Fira Sulfani Palesa. Sementara dari pihak Karang Taruna, hadir Ketua dan Wakil Ketua, sejumlah anggota, serta kelompok pelaku UMKM binaan.
Dalam diskusi tersebut, Karang Taruna memaparkan potensi dan aktivitas ekonomi yang tengah dirintis oleh para pemuda di wilayahnya. Produk unggulan yang diangkat salah satunya adalah “dabu-dabu ikan tampai”, sambal khas Nambo yang sudah mulai dikenal sebagai ikon kuliner lokal. Selain itu, sejumlah produk kerajinan tangan juga mulai digarap sebagai bagian dari usaha kreatif pemuda desa.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Nambo, Ahyar A. Mokoagow, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya ruang ekonomi bagi generasi muda di daerah tersebut. Melalui penguatan UMKM, pihaknya berharap dapat menciptakan peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
“Gerakan ini bukan semata soal wirausaha, tapi juga bagaimana anak muda bisa berdaya dan tidak harus pergi jauh untuk mendapatkan penghasilan,” ujar Ahyar.
Dukungan pun datang dari PT Donggi Senoro LNG yang menyambut baik gagasan tersebut. Irmansyah Tija, mengatakan bahwa perusahaan sangat mengapresiasi semangat dan langkah maju Karang Taruna Nambo. Menurutnya, keberanian pemuda untuk mengembangkan produk lokal adalah bagian dari pembangunan sosial yang patut didorong melalui program CSR perusahaan.
“Kami melihat potensi besar di sini, baik dari sisi produk maupun semangat penggeraknya. Ini penting untuk dikembangkan secara strategis,” kata Irmansyah.
Salah satu tawaran konkret dari pihak DSLNG adalah rencana pembukaan lapak atau sentra penjualan produk khas Nambo di wilayah kecamatan. Irman menilai Kecamatan Nambo memiliki letak yang cukup strategis dan bisa dikembangkan sebagai etalase produk unggulan lokal.
“Kami akan coba dorong ini ke tingkat manajemen agar bisa diintegrasikan ke dalam rencana program CSR ke depan,” tambahnya.
Wakil Ketua Karang Taruna, Abdulah Patahe, menyambut positif itikad tersebut. Namun ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pendampingan, bukan sekadar dukungan satu kali.
“Kami butuh mitra yang konsisten. Ini bukan proyek jangka pendek. Harus ada pendampingan berkelanjutan agar hasilnya benar-benar berdampak,” ujarnya.
Diskusi berlangsung terbuka dan berlangsung hampir dua jam. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif dalam waktu dekat, guna merumuskan langkah-langkah konkret dan teknis kerja sama.
Langkah Karang Taruna Kecamatan Nambo mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, terutama karena melibatkan komunitas muda dan menggali potensi lokal yang selama ini kurang terangkat. Sementara keterlibatan perusahaan seperti PT DSLNG dinilai sebagai bentuk nyata dari tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
“Kami akan terus dorong inisiatif ini agar menjadi model kolaborasi antara komunitas dan korporasi dalam membangun ekonomi lokal,” kata Irmansyah menutup pertemuan.*













