Example 970x250

Menjaga Harmoni Alam dari Pesisir Kamiwangi, Tradisi Manca Sanak Medurga Terus Dilestarikan

banner 120x600

BANGGAI – Di pesisir pantai Desa Kamiwangi, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, debur ombak kembali menjadi saksi pelaksanaan upacara suci Manca Sanak Medurga pada Jumat (19/12/2025). Upacara ini merupakan ritual tahunan umat Hindu Desa Kamiwangi sebagai simbol pembersihan alam semesta serta penyucian kehidupan manusia.

Upacara Manca Sanak Medurga dilaksanakan sebagai bentuk Yadnya yang dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Ratu Gede Mas Mecaling, yang diyakini memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam. Tradisi ini telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak awal keberadaan umat Hindu di Desa Kamiwangi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas spiritual masyarakat setempat.

Gambar meja kerja

Menurut penuturan para tetua adat, pemilihan lokasi di pinggir pantai memiliki makna filosofis yang mendalam. Laut dipandang sebagai sumber kehidupan sekaligus ruang penyucian, tempat melebur segala unsur negatif agar tercipta keharmonisan antara bhuana agung dan bhuana alit. Oleh karena itu, pelaksanaan upacara di kawasan pesisir diyakini mampu mengembalikan keseimbangan alam dan kehidupan.

Rangkaian upacara dipuput oleh seorang sulinggih dengan penuh kekhidmatan. Sarana yadnya berupa kambing, anjing, ayam, serta perlengkapan upacara lainnya dipersembahkan sesuai dengan ketentuan adat dan sastra agama Hindu. Setiap tahapan ritual dijalankan dengan penuh makna sebagai simbol pengorbanan suci demi keselamatan umat dan kelestarian alam.

Upacara Manca Sanak Medurga diikuti oleh tokoh-tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat Desa Kamiwangi. Sejak persiapan hingga pelaksanaan, semangat gotong royong terlihat kuat, mencerminkan nilai kebersamaan dan persaudaraan yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Kepala Desa Kamiwangi I Komang Dangin, S.Pd.H, menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara ini diharapkan dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai warisan leluhur yang sarat nilai spiritual dan budaya. Menurutnya, tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Ia juga berharap upacara Manca Sanak Medurga dapat menjadi sarana memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama di Desa Kamiwangi, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Seiring berjalannya waktu, upacara Manca Sanak Medurga dalam naungan Ratu Gede Mas Mecaling telah menjadi penanda penting dalam kalender keagamaan umat Hindu Desa Kamiwangi. Ritual ini tidak hanya dimaknai sebagai pembersihan alam, tetapi juga sebagai momentum penyucian batin dan penguatan nilai kebersamaan.

Di pesisir pantai yang sama, tempat para leluhur dahulu melaksanakan yadnya, generasi hari ini kembali melanjutkan tradisi suci dengan penuh ketulusan. Sebuah pengingat bahwa keharmonisan alam dan kehidupan hanya dapat terjaga apabila manusia senantiasa menghormati, merawat, dan menjaga keseimbangan ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *