Example 970x250

Karang Taruna Nambo Gelar Safari Ramadhan, Perkuat Syiar dan Kepedulian Sosial

banner 120x600

BANGGAI – Di tengah suasana Ramadhan 1447 Hijriah yang mulai menghangatkan malam-malam di Kecamatan Nambo, sekelompok pemuda bersiap dengan agenda yang telah mereka susun rapi. Karang Taruna Kecamatan Nambo menjadwalkan Safari Ramadhan yang akan mulai dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026), menyasar sejumlah desa secara bergilir hingga pertengahan bulan puasa.

Bagi mereka, safari ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Ada niat untuk menyapa, mendengar, dan terlibat langsung dalam denyut kehidupan masjid di desa-desa. Agenda yang disiapkan meliputi tausiah keagamaan, silaturahmi bersama warga, hingga membantu pengurus masjid dalam pelaksanaan salat tarawih.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Nambo, Ahyar A. Mokoagow, mengatakan kegiatan tersebut disusun sebagai ruang kolaborasi antara pemuda dan masyarakat. Ia menilai Ramadhan menjadi momen penting untuk menegaskan kembali kehadiran pemuda dalam aktivitas keagamaan dan sosial.

“Kami sudah menyusun jadwalnya dan mulai bergerak Jumat. Kami ingin Ramadhan ini benar-benar menjadi ruang kebersamaan, bukan hanya ibadah personal, tetapi juga kepedulian sosial,” kata Ahyar.

Di setiap desa yang akan dikunjungi, Karang Taruna berencana melibatkan tokoh agama dan pemerintah setempat. Pendekatan ini dipilih agar kegiatan berjalan partisipatif dan tidak terasa sebagai agenda sepihak. Para pemuda tidak datang sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari warga yang ikut menghidupkan suasana Ramadhan.

Bidang Keagamaan Karang Taruna Kecamatan Nambo, Dr. Muhamad Dalle, M.Pd, melihat Safari Ramadhan sebagai proses pembelajaran sosial bagi generasi muda. Menurut dia, keterlibatan langsung dalam kegiatan masjid melatih rasa tanggung jawab dan memperkuat karakter.

“Ramadhan itu madrasah. Di situ ada latihan disiplin, empati, dan gotong royong. Kalau pemuda terlibat aktif, dampaknya akan terasa dalam kehidupan sosial mereka,” ujarnya.

Safari Ramadhan ini dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan ibadah puasa. Bagi Karang Taruna Kecamatan Nambo, langkah sederhana menyusuri desa-desa itu adalah cara merawat tradisi kebersamaan tradisi yang kerap menjadi kekuatan utama masyarakat saat bulan suci tiba.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *