Example 970x250

Kadis Nakertrans Akhiri Masa Jabatan, 33 Tahun Mengabdi di Banggai

banner 120x600

BANGGAI – Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banggai, Selasa (31/3/2026), dipenuhi suasana haru. Langkah pengabdian panjang seorang birokrat perempuan tangguh, Ernaini Mustatim, SH., MH., resmi mencapai garis akhir setelah 33 tahun mendedikasikan diri bagi pelayanan publik.

Tak sekadar seremoni, momen purna tugas itu menjadi ruang penuh kenangan. Tawa yang dulu akrab di ruang kerja, kini bercampur dengan mata yang berkaca-kaca. Para pegawai, rekan sejawat, hingga pejabat daerah hadir memberi penghormatan terakhir dalam kapasitas jabatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., ST., M.Si, yang hadir mewakili Bupati Banggai, menyampaikan penghargaan mendalam atas dedikasi Ernaini. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa perjalanan panjang tersebut bukan sekadar catatan masa kerja, melainkan jejak kontribusi nyata bagi daerah.

“Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian. Justru ini adalah awal untuk terus memberi, dengan cara yang berbeda,” ucapnya, disambut hening yang sarat makna.

Selama memimpin Disnakertrans, Ernaini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan konsisten memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan. Dari penempatan tenaga kerja hingga perlindungan buruh, dari program transmigrasi hingga peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, semuanya menjadi bagian dari jejak pengabdiannya.

Bagi banyak pegawai, ia bukan hanya atasan, tetapi juga panutan. Sosok yang tegas, namun tetap hangat. Pemimpin yang tak hanya memberi perintah, tetapi juga teladan.

Dalam sambutan perpisahannya, Ernaini tampak tegar, meski sesekali suaranya bergetar menahan haru. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.

“Tidak ada yang bisa saya capai tanpa dukungan semua pihak. Jika selama ini ada kekhilafan, saya mohon maaf,” tuturnya pelan.

Ia juga menitipkan harapan agar semangat kebersamaan dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dijaga, bahkan ditingkatkan oleh generasi penerus.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dan doa bersama. Tangis pun pecah di sudut-sudut ruangan, bukan karena kehilangan semata, tetapi karena rasa hormat atas pengabdian yang tulus dan panjang.

Hari itu, Ernaini Mustatim memang melepas jabatan. Namun bagi banyak orang di Disnakertrans Banggai, ia tidak benar-benar pergi. Namanya akan tetap hidup dalam cerita, dalam kenangan, dan dalam jejak kerja yang telah ia tinggalkan untuk daerah ini.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *