JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengapresiasi penyelenggaraan Easter Fair yang digelar bersama The Dharmawangsa Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan ini dinilai bukan sekadar perayaan Paskah, tetapi juga menjadi wadah edukasi sekaligus pelestarian budaya Indonesia melalui pendekatan ekonomi kreatif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan Easter Fair menjadi bukti nyata sinergi antara pelaku industri kreatif dan sektor perhotelan dalam menciptakan kegiatan yang bernilai.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini penting untuk terus didorong, karena mampu menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat.
“Ini menunjukkan bagaimana kreativitas bisa dipadukan dengan sektor hospitalitas sehingga menghasilkan kegiatan yang menarik dan berkesan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aktivitas disiapkan untuk pengunjung, khususnya keluarga dan anak-anak. Mulai dari kelas memasak, menghias telur, hingga permainan tradisional di Board Games Corner.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti lokakarya budaya seperti membatik, kaligrafi aksara, hingga demonstrasi pembuatan jamu sebagai bagian dari pengenalan warisan budaya kepada generasi muda.
Pihak The Dharmawangsa Jakarta menyebut kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif sekaligus upaya melestarikan budaya Nusantara.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tapi juga memberi nilai edukasi bagi masyarakat,” kata Director of Sales and Marketing The Dharmawangsa, Siti Nuraisyah.
Kementerian Ekonomi Kreatif berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di berbagai daerah, sehingga potensi budaya lokal dapat diangkat dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.**













