BANGGAI – PT Sawindo Cemerlang menunjukkan komitmen sosialnya dengan mengurbankan dua ekor sapi pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Daging kurban tersebut dibagikan kepada 265 karyawan, Rabu (17/6/2026), dalam kegiatan yang berlangsung di area kantor perusahaan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan. Seluruh proses, mulai dari penyembelihan hingga distribusi daging, melibatkan langsung karyawan lintas divisi, dari staf administrasi hingga tenaga lapangan, yang mayoritas berasal dari desa-desa sekitar Kabupaten Banggai.
Pelaksana Harian (Plh.) Humas dan Kemitraan PT Sawindo Cemerlang, Rifai, menegaskan bahwa kegiatan kurban menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi karyawan.
“Idul Adha adalah momentum berbagi. Ini wujud syukur atas keberkahan usaha sekaligus bentuk kepedulian kami agar seluruh karyawan dapat merasakan kebahagiaan hari raya secara merata,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, dua ekor sapi dengan bobot ideal dipilih agar distribusi daging berlangsung adil dan layak bagi seluruh penerima. Keterlibatan panitia internal dari kalangan karyawan disebut menjadi kunci terciptanya rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan perusahaan.

Bagi para pekerja, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Megi, karyawan administrasi asal Desa Honbola, mengaku merasakan nilai lebih dari sekadar menerima daging kurban.
“Saya bersyukur dan sangat berterima kasih. Kami tidak hanya menerima, tapi juga dilibatkan. Rasanya seperti bagian dari keluarga besar Sawindo,” tuturnya.
Daging kurban yang diterima, lanjut Megi, akan diolah menjadi hidangan istimewa untuk keluarga di rumah, menambah hangat suasana Idul Adha tahun ini.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, PT Sawindo Cemerlang terus menegaskan perannya tidak hanya dalam kegiatan bisnis, tetapi juga dalam membangun harmoni sosial di lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.
Melalui semangat Idul Adha, perusahaan berharap praktik berbagi ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, baik dari jumlah hewan kurban maupun jangkauan penerima manfaat, sehingga keberadaan perusahaan benar-benar dirasakan oleh karyawan dan komunitas sekitar.*













