BANGGAI – Sesosok jasad pria tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Desa Buon Mandiri, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 16.55 Wita. Aparat kepolisian dari Polres Banggai bersama Polsek Luwuk bergerak cepat mengevakuasi korban dan melakukan identifikasi awal di lokasi kejadian.
Jasad tersebut ditemukan dalam posisi tertelungkup di sela-sela bebatuan di tepi pantai, tepatnya di kawasan Jalan Panjang. Penemuan bermula dari laporan warga setempat bernama Damang yang melihat benda mencurigakan menyerupai tubuh manusia saat berada di sekitar lokasi.
Menyadari hal tersebut, saksi segera menghubungi layanan darurat kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Luwuk bersama Tim Inafis Polres Banggai langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan serta pemeriksaan awal.
Kasi Humas Polres Banggai, AKP Saiman, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima melalui call center 110.
“Setelah menerima informasi, anggota segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan identifikasi awal,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 155 sentimeter dan diperkirakan berusia sekitar 50 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna hijau dan celana training jogger abu-abu bermerek Under Armour, serta celana dalam hitam bermotif garis.
Selain itu, pada pergelangan tangan kanan korban ditemukan tujuh buah gelang karet. Secara fisik, kondisi jasad telah mengalami pembengkakan pada bagian perut, serta mengeluarkan cairan dari telinga dan hidung. Petugas juga mencatat adanya luka pada lidah yang tergigit.
Dari kondisi tersebut, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga tujuh hari sebelum ditemukan.
Usai dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Luwuk untuk menjalani visum et repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian serta proses identifikasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan sidik jari.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
AKP Saiman menegaskan bahwa Polres Banggai akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan. Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri korban untuk segera melapor ke kantor kepolisian terdekat atau menghubungi layanan darurat 110.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu proses identifikasi korban,” pungkasnya.(Ai/Humas Polres Banggai).













