BANGGAI — Pemerintah Kabupaten Banggai resmi menghadirkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri pertama di Kecamatan Luwuk Selatan melalui pendirian SMP Negeri Mirqan. Kehadiran sekolah ini menjadi tonggak baru dalam pemerataan akses pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas pendidikan yang lebih dekat dan berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, menyampaikan bahwa pembangunan SMP Negeri Mirqan merupakan langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan daya tampung serta jarak tempuh siswa yang selama ini menjadi kendala utama di wilayah tersebut.
“SMP Negeri Mirqan hadir untuk memenuhi kebutuhan daya tampung murid, mengingat terdapat enam Sekolah Dasar penunjang di wilayah Luwuk Selatan. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan bermutu,” ujar Syafrudin.
Tidak hanya fokus pada penyediaan fasilitas fisik, SMP Negeri Mirqan juga dirancang sebagai sekolah berbasis digital dengan konsep Smart School. Sistem ini memungkinkan pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) yang terintegrasi dengan teknologi guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Irma Labuan, memastikan bahwa seluruh aspek legalitas dan kesiapan operasional sekolah telah terpenuhi. Mulai dari izin operasional, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), hingga Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) telah resmi diterbitkan.
“Statusnya sudah negeri, seluruh administrasi lengkap, dan tenaga pendidik serta kependidikan juga sudah siap. Jadi sekolah ini siap beroperasi secara maksimal,” jelas Irma, Selasa (9/6/2026).
Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran sekolah ini terbilang tinggi. Hingga saat ini, lebih dari 60 calon siswa telah mendaftarkan diri untuk tahun ajaran baru. Awalnya, sekolah menargetkan tiga rombongan belajar (rombel), namun dengan ketersediaan fasilitas yang ada, daya tampung memungkinkan hingga empat rombel untuk kelas VII.
Dalam proses penerimaan peserta didik baru, panitia menyediakan empat jalur pendaftaran, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Jalur domisili diprioritaskan bagi siswa yang berdomisili di Luwuk Selatan, sementara jalur lainnya memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi, keluarga kurang mampu, serta perpindahan tugas orang tua.
Untuk memudahkan akses pendaftaran, panitia juga telah mendistribusikan barcode ke sejumlah Sekolah Dasar di wilayah setempat, sehingga proses admisi dapat dilakukan secara lebih praktis dan transparan.
Dengan dukungan fasilitas, sistem digital, serta kesiapan sumber daya manusia, SMP Negeri Mirqan diharapkan mampu menjadi model sekolah modern yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus memperkuat upaya Pemerintah Kabupaten Banggai dalam mewujudkan visi “Banggai Cerdas” (Ai/*)













