Example 970x250

Api Menghanguskan Rumah, Gerak Cepat Dinsos Banggai Bawa Harapan bagi Korban

banner 120x600

BANGGAI — Musibah kebakaran menghanguskan rumah warga di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Senin (5/10/2026). Tak butuh waktu lama, Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus menyalurkan bantuan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, S.H., bersama jajaran Dinsos, TAGANA dan pendamping PKH mendatangi keluarga Saridin Paeja, pemilik rumah yang terbakar. Penyaluran bantuan turut didampingi Pemerintah Kecamatan Luwuk Timur dan Pemerintah Desa Uwedikan.

Kehadiran tim Dinsos bukan sekadar menyerahkan bantuan. Petugas juga melihat langsung kondisi keluarga korban dan dampak kebakaran yang terjadi.

Kebakaran berlangsung sekitar pukul 14.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun rumah beserta sejumlah harta benda milik korban tidak berhasil diselamatkan.

Di antara barang yang dilaporkan terbakar yakni uang tunai sekitar Rp6 juta, tiga unit sensor mini, satu unit mesin cuci, satu unit laptop, ijazah SD dan SMP atas nama Saiful Paeja, serta pakaian anggota keluarga.

Informasi awal dari lokasi menyebut kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih merupakan informasi awal dan belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab pasti kebakaran.

Hariadi Bola mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami musibah. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban dan menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Banggai,” ujar Hariadi.

Dinas Sosial selanjutnya berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TAGANA dan pendamping sosial untuk memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak berjalan dengan baik.

Bagi keluarga korban, bantuan tersebut mungkin tidak dapat menggantikan rumah dan harta benda yang telah dilalap api. Namun, di tengah kehilangan, kehadiran pemerintah menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi musibah itu seorang diri.(Ay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *