Example 970x250

Bukan Karena Berlebih, Tapi Karena Peduli: Dua Anggota KT Nambo Berbagi Santunan

banner 120x600

BANGGAI – Di tengah kesibukan bekerja dan menjalani rutinitas harian, dua pemuda asal Desa Sayambongin, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, memilih menyisihkan sebagian dari hasil keringat mereka untuk membantu sesama. Aksi sederhana namun penuh makna itu ditunjukkan oleh Kusmayadi Sutaryo dan Ruslan Tahili, dua anggota Karang Taruna yang juga bekerja di perusahaan yang beroperasi di kawasan project Panca Amara Utama (PAU) di Kecamatan Batui.

Dengan penuh ketulusan, keduanya menyerahkan bingkisan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut mungkin tidak besar nilainya, namun sarat dengan makna kepedulian dan rasa kemanusiaan.

Gambar meja kerja

Penyerahan santunan itu berlangsung pada Kamis (5/3/2026) dan turut disaksikan langsung oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Nambo, Ahyar A. Mokoagow.

Bagi Kusmayadi dan Ruslan, berbagi bukanlah tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi tentang keikhlasan membantu mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Nambo, Ahyar A. Mokoagow, mengatakan bahwa aksi sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen para anggota Karang Taruna yang telah memiliki pekerjaan atau penghasilan.

Menurutnya, tidak ada aturan baku mengenai besaran santunan yang diberikan. Semua dilakukan secara sukarela, sesuai kemampuan masing-masing anggota.

“Ini murni dari keikhlasan teman-teman Karang Taruna yang sudah bekerja. Tidak ada ketentuan nominal. Yang penting ada kepedulian untuk berbagi dengan masyarakat,” ujar Ahyar.

Ia menilai, langkah yang dilakukan Kusmayadi Sutaryo dan Ruslan Tahili menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial bisa dimulai dari hal sederhana.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, masih ada pemuda yang memilih untuk tidak menutup mata terhadap kondisi di sekitarnya. Dari hasil kerja keras mereka, lahir secercah harapan bagi sesama.

Ahyar berharap semangat berbagi tersebut dapat terus tumbuh di kalangan pemuda, sehingga Karang Taruna tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga menjadi motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *