Banggai – Ratusan mahasiswa dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Banggai, Senin (1/9/2025). Aksi ini diwarnai dengan tuntutan penurunan pajak serta pengesahan RUU Perampasan Aset yang selama ini dinilai merugikan rakyat kecil.
Para mahasiswa menyalakan api di pintu gerbang gedung DPRD dan membawa sebuah keranda mayat sebagai simbol duka dan peringatan atas berbagai persoalan yang mereka perjuangkan. Dalam suasana penuh solidaritas, para peserta aksi saling bergandengan tangan sebagai tanda kekompakan.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Dandim 1308/Luwuk Banggai, Kapolres Banggai, serta Satpol PP hadir langsung untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas jalannya demonstrasi. Kehadiran TNI, Polri, dan Satpol PP memastikan aksi berlangsung aman dan tertib.

Para pendemo diterima dengan baik oleh Wakil Ketua 1 DPRD Banggai, I Putu Gumi dan didampingi beberapa anggota dewan lainnya. Setelah melakukan negosiasi, mahasiswa diizinkan menggelar dialog terbuka di ruang rapat paripurna DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Dalam dialog tersebut, para mahasiswa menyampaikan tuntutan utama mereka, diantaranya, yaitu turunkan pajak yang dianggap memberatkan masyarakat, serta segera mengesahkan RUU Perampasan Aset yang dinilai penting untuk melindungi hak-hak rakyat atas asetnya.
“Ini bukan sekadar aksi biasa. Kami menuntut kebijakan yang berpihak pada rakyat, terutama soal pajak dan perlindungan aset. DPRD harus mendengar suara kami,” ujar Dandi Abdina, salah satu orator aksi.
Aksi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap menjadi elemen penting dalam mengawal demokrasi dan kebijakan publik di daerah.(*)













