Banggai – Harapan besar disematkan kepada para jurnalis di Kabupaten Banggai untuk bisa tampil sebagai juara dalam ajang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025. Dengan tema besar “Energizing Indonesia”, AJP tahun ini tak sekadar bicara tentang energi dalam arti sempit, melainkan juga energi kebaikan yang mendorong keberlanjutan sosial, lingkungan, hingga tata kelola.
Dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) di salah satu warung kopi yang berlokasi di pusat Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa (26/08/2025) malam. Senior Officer Communication Relations & CID Regional 4, Hanna Prabandari, menegaskan pentingnya peran masyarakat lokal dalam menyuarakan kisah dan potensi dari wilayahnya sendiri.
“Kami berharap tahun ini benar-benar teman-teman dari Banggai sebagai pemilik lokasi bisa tampil sebagai pemenang. Karena siapa lagi yang lebih paham isu lokal kalau bukan warga Banggai sendiri?” ujar Hanna Prabandari, Senior Officer Communication Relations & CID Regional 4.
Tahun lalu, kata Hanna, nama Banggai sudah mulai mencuri perhatian lewat kemenangan Emy wartawan Metro Luwuk dalam kategori media regional se-Indonesia Timur. Dengan penuh apresiasi, ia diangkat sebagai contoh nyata bahwa jurnalis daerah pun bisa bersaing di level nasional bahkan dengan mengangkat cerita yang tampak ‘sepele’ namun diolah dengan kejernihan sudut pandang dan penulisan yang “humanis”.
“Itu bukan berita program umum. Tapi karena jeli melihat isu dan menulisnya dengan hati, juri pun sepakat memberi kemenangan. Dan kami pun bangga luar biasa,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Energi
Tema Energizing Indonesia tahun ini mendorong peserta untuk mengangkat berbagai cerita tentang peran Pertamina dalam menyuplai energi sekaligus mendorong keberlanjutan. Dari pembangunan infrastruktur energi di wilayah timur Indonesia yang penuh tantangan hingga pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi operasi.
Wilayah Indonesia timur seperti Sulawesi dan Papua kini menjadi titik fokus pencarian sumber energi baru. Namun, tantangannya tak kecil: infrastruktur minim, biaya tinggi, dan dinamika sosial yang kompleks. Semua ini menjadi lahan cerita yang kaya jika digarap dengan cermat oleh para jurnalis.
Tak hanya itu, Pertamina juga mendorong narasi tentang energi masyarakat, yaitu program pemberdayaan sosial yang berkelanjutan. Sebuah upaya agar masyarakat bisa mandiri saat kontrak migas berakhir dan perusahaan tidak lagi beroperasi.
“Program seperti DMF TOMORI itu tidak akan ada selamanya. Harapannya, ketika kami pergi, masyarakat sudah bisa berdiri sendiri.” ujarnya.
Hadiah Sekaligus Kebanggaan
Selain membuka peluang untuk membangun reputasi daerah di kancah nasional, AJP 2025 juga menawarkan hadiah menarik. Salah satunya adalah kesempatan untuk belajar ke luar negeri.
“Hadiah ini bukan sekadar materi, tapi peluang untuk membuka wawasan. Kami ingin lebih banyak wajah-wajah dari timur, dari Banggai, tampil di panggung nasional.” harapnya.
Dengan semangat itulah, Pertamina mendorong para insan media, mahasiswa, dan konten kreator di Banggai untuk mulai menggali isu, menyusun cerita, dan ikut serta dalam AJP 2025. Karena dari cerita yang sederhana, bisa lahir kebanggaan luar biasa untuk daerah. (*)













