Example 970x250

Menjaga Pesisir di Tengah Tambang: Karang Taruna Banggai Apresiasi PT Penta Dharma Karsa dan PT Prima Dharma Karsa

banner 120x600

BANGGAI – Di tengah geliat aktivitas pertambangan nikel di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, secercah harapan bagi kelestarian pesisir mulai ditanam oleh tangan-tangan pemuda. Karang Taruna Kabupaten Banggai di bawah kepemimpinan Wahyu Dharmawanto Maku merencanakan aksi penanaman mangrove pada kawasan lingkar tambang, Kamis, 5 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah perdana Karang Taruna Banggai pada periode kepengurusan 2025–2030. Lebih dari sekadar agenda seremonial, aksi ini diniatkan sebagai wujud kepedulian nyata generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan di wilayah yang bersinggungan langsung dengan aktivitas industri ekstraktif.

Gambar meja kerja

Penanaman mangrove tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi bersama dua perusahaan dari sekitar tujuh pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang beroperasi di desa setempat, yakni PT Penta Dharma Karsa dan PT Prima Dharma Karsa. Keterlibatan perusahaan ini menjadi bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Dikutip dari Luwuk Times edisi Sabtu (31/01/2026), Wahyu Dharmawanto Maku menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah aksi simbolis semata.

“Ini bukan hanya aksi simbolis, tetapi bentuk kepedulian nyata Karang Taruna terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan pesisir Siuna memiliki peran penting sebagai benteng alami terhadap abrasi sekaligus habitat biota laut yang perlu dijaga keberadaannya. Kehadiran mangrove di wilayah lingkar tambang diharapkan mampu menjadi penyeimbang ekologis di tengah aktivitas industri.

Dalam pelaksanaannya, Karang Taruna Banggai juga akan berkolaborasi berbagai pihak dan organisasi untuk memperkuat sinergi bersama. Kolaborasi ini dinilai penting agar upaya pelestarian lingkungan tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi gerakan kolektif lintas elemen.

Melalui kegiatan ini, Karang Taruna berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Sekaligus memberi pesan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan, bahkan di wilayah yang identik dengan aktivitas pertambangan.

Di pesisir Siuna, mangrove yang ditanam nanti bukan hanya pohon. Ia menjadi simbol harapan, kepedulian, komitmen generasi muda Banggai dan kedua perusahaan yang ikut terlibat serta memberikan dukungan dalam merawat masa depan lingkungannya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *