Example 970x250

Pemda Banggai dan Loka POM Perkuat Sinergi Intervensi Keamanan Pangan 2026

banner 120x600

BANGGAI – Pemerintah Kabupaten Banggai mempertegas komitmennya dalam melindungi kesehatan masyarakat melalui dukungan terhadap Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA). Komitmen ini dikukuhkan dalam Forum Advokasi Komitmen Pemda dan Lintas Sektor yang digelar bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) di Kantor Bappeda Banggai, Rabu (22/4/2026).

​Mewakili Bupati Banggai, Staf Ahli Bidang SDM dan Kesejahteraan Rakyat, Yulfia Mangendre, menyatakan bahwa perwujudan masyarakat sehat bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor.

​”Melalui program Germas SAPA, kita diingatkan bahwa upaya ini membutuhkan sinergi dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk mengatasi tantangan produksi, distribusi, hingga pemenuhan gizi,” ujar Yulfia saat membacakan sambutan Bupati.

​Ia menambahkan, ketahanan pangan merupakan prioritas pembangunan daerah guna memastikan setiap warga dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik dan sejahtera.

​Kepala Loka POM Kabupaten Banggai, Emil Syachrul, menjelaskan bahwa terdapat tiga program utama yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026, yakni:

  1. ​Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD)
  2. ​Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan
  3. ​Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK)

​Emil menekankan pentingnya keamanan pangan berdasarkan UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012. Menurutnya, kegagalan dalam menjamin keamanan pangan dapat memicu empat risiko besar: gangguan kesehatan/keracunan, penurunan produktivitas ekonomi keluarga, kerugian bagi industri pangan akibat penolakan pasar, serta pelemahan kualitas generasi muda seperti risiko stunting.

​”Keamanan pangan adalah tugas kolektif tiga pilar utama: pemerintah pusat (Badan POM), pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat itu sendiri,” tegas Emil.

​Berdasarkan koordinasi dengan pimpinan daerah dan dinas terkait, Loka POM telah menetapkan lokasi (lokus) intervensi untuk tahun ini. Desa Awu dipilih sebagai sasaran Desa Pangan Aman, sementara Pasar Toili ditetapkan sebagai lokus Pasar Pangan Aman.

​Untuk sektor pendidikan, intervensi keamanan pangan akan difokuskan pada dua sekolah, yakni SD Inpres Boyou dan SMP Negeri 6 Luwuk.

​Melalui forum ini, Pemda Banggai dan Loka POM berharap adanya keselarasan langkah di lapangan guna mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sadar akan pentingnya mengonsumsi pangan yang aman dan bergizi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *