BANGGAI – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Estrella and Conference, Senin (30/3/2026), ini dibuka langsung oleh Bupati Banggai, Amirudin. Forum strategis tersebut menjadi tahapan penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Akselerasi Peningkatan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Secara Inklusif Berbasis Potensi Unggulan”, Musrenbang RKPD 2027 menitikberatkan pada sejumlah prioritas utama. Di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran, pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, serta reformasi birokrasi.
Dalam sambutannya, Bupati Amirudin menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tahun 2027 tidak lagi sekadar melanjutkan program sebelumnya, melainkan menjadi fase transformasi yang berbasis data dan kinerja fiskal daerah.
“Capaian Kabupaten Banggai hingga tahun 2025 patut disyukuri, namun tidak boleh membuat kita berpuas diri. Pertumbuhan ekonomi kita tercatat 3,78 persen, ini menunjukkan adanya perbaikan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Banggai telah mencapai Rp116,75 juta. Angka tersebut mencerminkan tingkat produktivitas masyarakat sekaligus indikator kesejahteraan secara umum.
Dari sisi sosial, tren penurunan angka kemiskinan juga terus terlihat. Dalam periode 2022 hingga 2025, angka kemiskinan menurun hingga mencapai 6,23 persen atau sekitar 25,17 ribu jiwa.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan enam fokus prioritas pembangunan daerah tahun 2027, yakni peningkatan daya saing SDM, pertumbuhan ekonomi inklusif, pemerataan infrastruktur, penguatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim, pembangunan wilayah perkotaan dan perdesaan, serta reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Banggai, Pupung Diliyanto, menekankan pentingnya pendekatan perencanaan yang holistik dan terintegrasi agar setiap program saling mendukung dalam mencapai target pembangunan.
Ia juga memastikan bahwa pasca Musrenbang, akan dibentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengevaluasi capaian program unggulan Bupati secara menyeluruh.
“Evaluasi ini penting untuk memastikan program benar-benar tepat sasaran, efektif, dan berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain pemaparan dari Bappeda, forum ini turut diisi dengan penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Banggai dan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dapil Banggai, serta paparan program unggulan dari sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas PUPR, Pendidikan, Kesehatan, Tenaga Kerja, Sosial, dan Ketahanan Pangan.
Dalam Musrenbang tersebut, tercatat sebanyak 3.016 usulan program telah diverifikasi oleh perangkat daerah. Usulan itu mencakup berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyusun arah pembangunan Kabupaten Banggai tahun 2027.
Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap perencanaan pembangunan dapat semakin tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.**













