Example 970x250

Pertamina EP dan Desa Nonong Menjahit Asa dari Sekolah hingga Laut

banner 120x600

BANGGAI – Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, geliat pembangunan tak lagi sekadar mimpi. Sejak 2023, desa yang terletak di pesisir ini mulai berubah pelan-pelan. Tak sendiri, Pemerintah Desa Nonong menggandeng Pertamina EP untuk menggerakkan roda pembangunan. Hasilnya, bantuan mengalir ke berbagai sektor: dari ruang kelas hingga rompon di tengah laut.

Kerja sama ini bukan program sesaat. Proyeksi bantuan diperkirakan terus berlanjut hingga 2026 dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Gambar meja kerja

Di sektor pendidikan, perhatian serius diberikan. Pemerintah desa dan Pertamina EP menyalurkan bantuan berupa mobiler untuk SD Nonong, lengkap dengan perlengkapan belajar untuk siswa. PAUD mendapat bantuan laptop, dan MTS di desa itu direhabilitasi serta dilengkapi mobiler tambahan.

Yang menarik, tak hanya bangunan sekolah yang diperbaiki. Ribuan bibit tanaman buah dibagikan ke TK, SD, dan MTS di wilayah Batui dan Batui Selatan, sebagai bagian dari program pendidikan lingkungan.

Perubahan juga tampak nyata di Dusun 1 dan 2 Noge. Dua dusun ini kini memiliki fasilitas MCK yang layak dan sumur bor lengkap dengan tandon air. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan sumber air seadanya.

“Ini bukan bantuan biasa. Ini menyentuh kebutuhan mendasar kami,” ujar Irham salah satu pemuda Nonong.

Di sektor ekonomi, pemerintah desa mulai merintis usaha yang tak biasa. Sabuk kelapa, limbah yang dulu dibiarkan menumpuk, kini disulap menjadi COCOPEAD media tanam organik bernilai tinggi. Program ini dikelola melalui BUMDES, dan menjadi titik tolak pemberdayaan ekonomi warga.

Pelatihan dan peralatan UMKM juga diberikan di Dusun 2 dan Dusun 3 Kuantok, dengan nilai bantuan mencapai ratusan juta rupiah.

Program lingkungan tak dilupakan. Tempat sampah, lubang biopori, dan Bank Sampah mulai dibangun untuk menekan volume sampah rumah tangga. Total nilainya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara di laut, para nelayan Dusun 1 dan 5 Noge mendapat bantuan rompon. Alat bantu tangkap ini dinilai mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan tanpa merusak lingkungan laut.

“Sebelumnya, melaut kadang pulang tanpa hasil. Sekarang ada rompon, kami lebih mudah tahu di mana ikan berkumpul,” kata salah satu nelayan.

Program-program ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Nonong. Sosialisasi dan pembinaan di sektor pertanian dan perikanan rutin digelar, melibatkan warga lintas usia.

Kepala Desa Nonong menegaskan bahwa apa yang dijalankan bersama Pertamina EP bukan proyek seremonial.

“Ini bukan sekadar wacana, tapi program nyata yang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berkomitmen mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan,” kata Irham.

Jika dihitung secara akumulatif, nilai bantuan sejak 2023 telah mencapai ratusan juta rupiah. Hingga tahun 2026, angkanya diproyeksikan menembus miliaran.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *