Example 970x250

Pemda Banggai Rampungkan RAD-PG untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Warga

banner 120x600

BANGGAI – Di Kabupaten Banggai, upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan gizi masyarakat kini memasuki babak baru. Setelah melalui rangkaian proses sejak awal Oktober 2025, Pemda Banggai akhirnya merampungkan dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) 2025–2029. Dokumen ini menjadi panduan utama daerah dalam menyediakan pangan yang cukup, bergizi, dan aman, sekaligus menurunkan angka stunting yang masih menjadi perhatian.

Bupati Banggai Amirudin menegaskan bahwa RAD-PG tidak hanya mengatur soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga bagaimana pangan itu bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kerja sama lintas sektor seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal menjadi kunci keberhasilan program ini.

Saat membuka Seminar Akhir Penyusunan RAD-PG di Kantor Bappeda Banggai, Luwuk Selatan, Senin (8/12/2025), Amirudin mengatakan bahwa tanggung jawab pemerintah tidak sebatas memastikan pangan tersedia di pasar.

“Kita harus pastikan pangan itu bergizi, aman, dan dapat dinikmati seluruh masyarakat,” ungkapnya.

RAD-PG ini juga disusun sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI dan program unggulan daerah Gerbang Pangan, sehingga diharapkan mampu menggerakkan seluruh perangkat daerah bekerja lebih serempak dan efektif. Visi besarnya adalah mewujudkan masyarakat Banggai yang sehat dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.

Dalam proses penyusunannya, Pemda bekerja sama dengan Perhimpunan Pakar Gizi (Pergizi) dan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah. Ketua tim penyusun, Dr. Ir. Sugiarto, S.Pt., M.P., IPM, berharap Banggai ke depan dapat memiliki satu produk pangan lokal unggulan yang bisa menjadi pilihan untuk pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan masyarakat di wilayah yang rawan stunting.

“Harapannya, ada satu produk pangan lokal yang mudah ditemukan, bisa dikonsumsi keluarga, dan membantu memperbaiki gizi terutama di daerah-daerah dengan angka stunting tinggi,” jelas Sugiarto.

Acara seminar itu turut dihadiri Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan Kabupaten Banggai, Emil Syachrul, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa komitmen untuk memperbaiki pangan dan gizi di Banggai bukan hanya wacana, tetapi gerakan bersama.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *