BANGGAI – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nambo menggelar rapat koordinasi lanjutan terkait penyaluran gas LPG 3 kg, bertempat di Kantor Kecamatan Nambo. Rabu (10/9/2025).
Rapat ini dipimpin langsung oleh Camat Nambo, Zubhan Ahmad, S.Sos, dan dihadiri oleh para Kepala Desa, Lurah, serta pemilik pangkalan LPG di wilayah tersebut.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat Forkopimda yang telah dilaksanakan pada Senin, 8 September 2025, yang juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pertamina Patra Niaga, serta agen penyalur LPG.
Dalam rapat, dibahas sejumlah persoalan krusial yang masih terjadi di lapangan, antara lain kekurangan kuota LPG di beberapa desa, keterbatasan jumlah pangkalan, serta temuan tabung gas yang mengalami kebocoran, yang berpotensi membahayakan warga.
Selain itu, Camat Zubhan juga menyoroti permasalahan harga jual LPG 3 kg yang tidak sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di beberapa pangkalan. Ia menegaskan pentingnya penyaluran yang tepat sasaran dan sesuai aturan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan risiko bahaya bisa diminimalisir.
“Distribusi gas LPG harus sesuai dengan HET dan diperuntukkan bagi warga yang memang berhak menerima. Ini menyangkut aspek keselamatan dan keadilan bagi masyarakat,” tegas Zubhan.
Sebagai langkah konkret, Forkopimcam bersama tim kecamatan akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan dan menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan. Tujuannya untuk memastikan penyaluran LPG berjalan dengan baik, aman, dan sesuai aturan.
Diharapkan, melalui koordinasi yang intensif ini, distribusi LPG di Kecamatan Nambo bisa lebih tertib, lancar, dan tepat guna, sehingga seluruh warga bisa merasakan manfaatnya tanpa hambatan. (*)













