BANGGAI – Pemerintah Kabupaten Banggai meresmikan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Mirqan di Kecamatan Luwuk Selatan. Kehadiran sekolah ini memutus persoalan ketiadaan SMP negeri di wilayah tersebut sekaligus menandai dimulainya era baru pengelolaan sekolah berbasis teknologi (Smart School).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa pendirian SMPN Mirqan merupakan instruksi langsung pimpinan daerah untuk menjawab keluhan masyarakat terkait akses pendidikan tingkat pertama di Luwuk Selatan.
“Hari ini bukan sekadar meresmikan fisik bangunan, tetapi meresmikan harapan dan investasi masa depan generasi Kabupaten Banggai,” ujar Syafrudin dalam laporan sambutannya.
Syafrudin meyakinkan publik bahwa SMPN Mirkan dirancang khusus sebagai pionir transformasi digital di dunia pendidikan daerah. Konsep Smart School yang diusung bakal menerapkan integrasi teknologi di seluruh lini, mencakup metode pembelajaran interaktif, digitalisasi media ajar, penerapan kecerdasan buatan (AI) secara terukur, hingga transparansi administrasi sekolah.
Meski baru diresmikan, aktivitas belajar-mengajar di SMPN Mirqan dilaporkan telah berjalan. Saat ini sekolah tersebut menampung 45 siswa, yang terdiri atas 36 siswa kelas 7, 4 siswa kelas 8, serta 5 siswa kelas 9. Siswa kelas 8 dan 9 diperoleh melalui skema mutasi dari SMPN 2 Luwuk dan SMPN 3 Luwuk, sehingga sekolah dijadwalkan bakal meluluskan angkatan pertamanya pada tahun mendatang.
Selain infrastruktur pemerintah, operasional dan kegiatan literasi pendukung di sekolah ini turut melibatkan kolaborasi pihak swasta, di antaranya PT DSLNG dan PT Panca Amara Utama (PAU). Rangkaian acara peresmian diisi dengan kompetisi akademik antar-pelajar, seperti Ranking 1, cerdas cermat, serta lomba pidato bahasa Inggris.
“Dari sekolah inilah kita menargetkan lahirnya dokter, insinyur, guru, hingga calon pimpinan daerah Banggai di masa depan,” pungkas Syafrudin.(Ay)













