BANGGAI – SD Negeri Tampe, sebuah sekolah dasar yang terletak di wilayah terpencil Pulau Poat, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, untuk pertama kalinya berhasil melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara mandiri dan lancar.
Pelaksanaan ANBK yang diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI ini menjadi momen bersejarah bagi SDN Tampe. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai, yang menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti perangkat komputer dan jaringan internet berbasis satelit Starlink.
Kepala Disdikbud Banggai, Syafrudin Hinelo, yang akrab disapa Dhidi Hinelo, menjadi sosok sentral dalam upaya menghadirkan akses teknologi pendidikan ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Melalui dukungan beliau, belasan siswa SDN Tampe tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kecamatan untuk mengikuti ANBK.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari para orang tua siswa. Masva R. Malaka dan Norma Bado’o, mewakili orang tua murid, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan di desa mereka.
“Terima kasih kepada Kadis Pendidikan atas bantuan fasilitas Starlink dan komputer sehingga anak-anak kami bisa mengikuti ANBK dengan lancar. Kami juga berterima kasih kepada Koordinator Pendidikan Kecamatan Pagimana, Kabid PAUD, dan Kepala Sekolah atas kepeduliannya,” ujar mereka.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ketua Komite SDN Tampe, Ajun Nakir, yang menilai bahwa pelaksanaan ANBK yang sukses merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.
“Kami berterima kasih kepada Kadis Pendidikan, Koordinator Pendidikan, Kabid PAUD, dan Kepala Sekolah. Pelaksanaan ANBK berjalan baik. Selain itu, kebutuhan sarana dan prasarana sekolah seperti seragam, alat tulis, meja, kursi, papan tulis, hingga pintu ruang kelas juga telah dipenuhi,” ungkapnya.
Keberhasilan SDN Tampe dalam menyelenggarakan ANBK berbasis komputer menjadi contoh nyata bahwa komitmen dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat membawa perubahan positif, terutama dalam menjangkau akses pendidikan yang merata hingga ke pelosok daerah.**













