BANGGAI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai menggelar kegiatan Pengembangan Konten Digital untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 2–4 Oktober 2025, di salah satu hotel di pusat kota.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Samsulbahri, yang hadir mewakili Kepala Dinas. Kamis, (2/10/2025).
Dalam sambutannya, Samsulbahri mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di era digital. Ia menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran sejak usia dini.
“Di era digital seperti sekarang, guru PAUD dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengembangkan konten pembelajaran yang relevan dan menarik menggunakan teknologi,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan kepala TK dari 24 kecamatan di Kabupaten Banggai. Para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengembangan konten digital yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, serta praktik langsung pembuatan media pembelajaran interaktif.
Menurut panitia, pelatihan ini bertujuan, meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD dengan dukungan teknologi digital, mengembangkan konten yang relevan dan edukatif bagi anak usia dini, meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan dan menciptakan konten digital, menumbuhkan minat belajar anak melalui media yang interaktif dan menyenangkan, dan mempersiapkan generasi usia dini menghadapi tantangan zaman.
Dinas Pendidikan berharap hasil dari pelatihan ini akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran di lembaga-lembaga PAUD di Kabupaten Banggai.
“Kami berharap para peserta bisa menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing, dan mampu berbagi ilmu kepada rekan guru lainnya,” tambah Samsulbahri.
Kegiatan ini akan ditutup pada Sabtu, 4 Oktober 2025, dengan presentasi hasil karya konten digital dari para peserta dan rencana tindak lanjut implementasinya di sekolah masing-masing.*













