BANGGAI – Sejak dikukuhkan, Karang Taruna Kecamatan Nambo tidak ingin sekadar dikenal sebagai organisasi kepemudaan yang hadir dalam kegiatan seremonial. Mereka memilih menunjukkan peran nyata di tengah masyarakat melalui aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Komitmen itu terlihat dari kebiasaan para anggota yang telah memiliki penghasilan tetap setiap bulan. Dengan kesadaran bersama, mereka menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu keluarga kurang mampu di wilayah Kecamatan Nambo. Bantuan yang diberikan berupa bingkisan kebutuhan pokok, disalurkan dengan cara sederhana namun penuh ketulusan.
Kegiatan ini telah berjalan secara rutin sejak Karang Taruna Nambo dikukuhkan, dan semakin konsisten sejak pucuk pimpinan berada di tangan Ketua Karang Taruna Nambo, Ahyar Adrianto Mokoagow. Bagi para pemuda tersebut, kepedulian sosial bukanlah program sesaat, melainkan budaya yang terus dijaga.
Pada Sabtu (31/1/2026), Ahyar didampingi sejumlah anggota, turun langsung menyerahkan bantuan kepada para penerima di beberapa titik di Kecamatan Nambo. Mereka mendatangi rumah-rumah warga, memastikan bantuan diterima langsung oleh yang membutuhkan.

Gerakan sosial ini, menurut Ahyar, juga terinspirasi dari naluri kepemimpinan Bupati Banggai H. Amirudin dan Wakil Bupati Banggai Furqanudin Masulili yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat dan peduli terhadap kondisi sosial warganya.
“Karang Taruna bukan hanya tempat berkumpulnya pemuda, tetapi wadah untuk saling peduli. Kami ingin kehadiran Karang Taruna benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia meyakini, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberi dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Semangat berbagi ini diharapkan menjadi budaya di kalangan pemuda, sekaligus bukti bahwa generasi muda mampu menjadi penggerak kepedulian di lingkungannya.
Apa yang dilakukan Karang Taruna Nambo membuktikan bahwa nilai gotong royong masih tumbuh kuat di tengah generasi muda. Mereka hadir bukan hanya sebagai bagian dari masyarakat, tetapi sebagai tangan-tangan yang ringan membantu dan hati yang tulus menguatkan sesama.*













