Example 970x250

Kecamatan Mantoh Borong Juara Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Banggai

banner 120x600

BANGGAI – Kecamatan Mantoh menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Banggai Tahun 2026. Dua perpustakaan yang menjadi wakil kecamatan tersebut berhasil mendominasi kompetisi dengan menyabet posisi Juara 1 dan Juara 2.

Prestasi tertinggi diraih Perpustakaan Mandesaak dari Desa Sulubombong yang keluar sebagai Juara 1. Sementara posisi Juara 2 diraih Perpustakaan Pontondongan dari Desa Bombanon. Capaian ini menjadi bukti bahwa penguatan budaya literasi di tingkat desa mulai menunjukkan hasil yang positif.

Lomba yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan minat baca masyarakat sekaligus memperkuat keberadaan perpustakaan desa sebagai pusat belajar, informasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Banggai, Gerbang Cerdas, yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi.

Pengumuman pemenang sekaligus penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Banggai, Luwuk, Selasa (30/6/2026). Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Banggai, Amirudin, bersama Bunda Literasi Kabupaten Banggai, Syamsuarni Amirudin.

Dalam sambutannya, Bupati Amirudin mengapresiasi konsistensi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai yang terus menghadirkan berbagai inovasi untuk membangun budaya literasi hingga ke pelosok desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Artinya, adanya gedung perpustakaan yang baru bisa diikuti dengan kegiatan-kegiatan inovatif seperti ini,” ujar Amirudin.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan tidak cukup hanya sebagai bangunan fisik, tetapi harus mampu menjadi ruang belajar yang hidup, aktif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Senada dengan itu, Bunda Literasi Kabupaten Banggai, Syamsuarni Amirudin, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat gerakan literasi melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mendorong pembentukan perpustakaan mini di desa dan kelurahan melalui sinergi dengan Tim Penggerak PKK.

“Hal ini juga sejalan dengan program PKK yang ingin membuat perpustakaan mini di desa, bekerja sama dengan PKK desa/kelurahan,” katanya.

Di balik capaian tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai, Benyamin Pondgdatu, mengungkapkan masih terdapat tantangan dalam pemerataan pengembangan perpustakaan desa. Dari 18 perpustakaan desa yang terdata di Kabupaten Banggai, baru sembilan yang dinilai memenuhi syarat untuk mengikuti lomba tahun ini.

Kondisi tersebut, menurut Benyamin, menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta pemerintah desa agar keberadaan perpustakaan dapat berkembang secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Banggai.

“Ini menjadi tantangan bagi kami bersama Dinas PMD dan kepala-kepala desa,” ujarnya.

Ia berharap momentum lomba ini menjadi pemicu bagi seluruh desa dan kelurahan untuk terus membenahi pengelolaan perpustakaan, sehingga mampu menjadi pusat literasi yang aktif, inovatif, dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta menciptakan masyarakat Banggai yang semakin cerdas dan gemar membaca. (Ai).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *