Example 970x250

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Lingkar Industri Migas di Batui Demo dan Tanam Pisang di Jalan Rusak

banner 120x600

BANGGAI – Lantaran tidak kunjung diperbaiki, warga Desa Uso, Kecamatan Batui demo dan menanam pohon pisang ditengah jalan rusak, pada Senin (18/8/25).

Kordinator Aksi Demo, Febri Maradeza, yang dimintai keterangannya mengatakan, aksi demo yang dilakukan oleh warga ini adalah aksi demo yang kesekian kalinya. Karena keadaan jalan semakin menghawatirkan bagi pengguna jalan, tanpa ada perbaikan kembali.

Gambar meja kerja

“Kita melakukan aksi demo ini sudah yang ke sekian kalinya. Sebelumnya kita pernah melakukan aksi demo. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan konkrit pemerintah maupun pihak perusahaan,” kata Febri, aktivis muda di lingkar tambang itu.

Disisi lain, pendemo juga turut menyoroti kinerja pemerintah provinsi, yang diduga cuek terhadap kerusakan jalan di Kecamatan Batui. Warga berharap adanya solusi dari pemerintah terkait kerusakan jalan ini.

“Gerakan ini muncul atas dasar tindak tanduk aktivitas korporasi yang hanya melakukan perusakan lingkungan dan berdampak buruk pada isi lingkungan itu sendiri, termasuk pada kehidupan manusia, Ditambah lagi dengan tdk adanya perhatian yg kongkrit dari mereka yang mempunyai kewenangan ( PEMERINTAH ) Yang kemudian tdk menciptakan KEADILAN Terhadap masyarakat setempat,” ungkapnya.

“Semoga aspirasi yang kita sampaikan hari ini didengar dan mendapat tindak lanjut dari Pemerintah dan pihak perusahaan. Warga disini hanya ingin dipercepat perbaikan jalan yang rusak ini, serta pembangunan drainase, agar tidak menghawatirkan lagi bagi pengguna jalan maupun warga yang ada disini,” tambahnya.

Sementara pengguna jalan, Sunarto yang melintas jalan ini mengatakan, khawatir kalau melewati jalan ini, karena banyak lubang dan jalan yang rusak parah. Apa lagi kalau hujan turun, mau milih jalan juga takut terperosok masalahnya tergenang air.

“Saya sering lewat sini, dan ini sudah lama seperti ini. Perbaikannya cuma di timbun, tidak pernah dilanjutkan, kalau hujan turun lewat jalan ini harus berhati-hati, salah jalan pasti terperosok dan jatuh,” tuturnya.

Sunarto juga berharap kepada Pemerintah dan pihak perusahaan agar segera memperbaiki jalan ini jangan sampai makan korban baru diperbaiki.

“Seharusnya Pemerintah dan pihak perusahaan tanggap, masa jalan yang sudah tidak layak ini dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan, apalagi sekarang sudah musim hujan, pengguna jalan yang melintas khawatir jatuh,” pintanya.

Terpisah, pihak perusahaan PT Panca Amara Utama (PAU), Rahmat Afandi, yang dimintai keterangannya, mengatakan terkait perbaikan ruas jalan pihaknya menunggu intruksi dari pemerintah, karena ruas jalan kintom batui itu kewenangan pemerintah provinsi.

“Sembari menunggu tindaklanjut dari pemerintah kita sudah melakukan upaya perbaikan,” kata Afandi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *