Oleh: Yuniya Putri Novita
KOHATI Cabang Luwuk Banggai
Peringatan Milad ke-59 Kohati bukan sekadar seremonial organisasi, tetapi ajakan untuk merefleksikan ulang posisi dan peran perempuan, khususnya di Banggai. Selama ini, perempuan di daerah menjadi pilar penting keluarga dan ekonomi lokal. Tapi di tengah tuntutan zaman, mereka tak lagi cukup hanya bertahan—mereka harus tampil sebagai agen perubahan.
Di sinilah Kohati punya peran strategis: mencetak kader perempuan yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga peka sosial dan berani bersuara. Banggai butuh lebih banyak perempuan yang bisa duduk di ruang-ruang pengambilan keputusan, dari desa sampai kabupaten.
Namun tantangannya nyata. Patriarki masih kuat, akses pendidikan belum merata, dan partisipasi perempuan dalam kebijakan publik masih minim. Kohati harus berani turun langsung: membina, mendampingi, dan memberdayakan. Bukan hanya bicara soal perempuan di ruang-ruang diskusi, tapi hadir nyata di tengah masyarakat.
Milad ke-59 ini adalah pengingat: perjuangan perempuan Banggai belum selesai. Dan Kohati harus jadi motor penggeraknya. Agar perempuan Banggai tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tapi turut memimpin arah geraknya.













