Example 970x250

Musrenbang RKPD Tahap II Digelar di Toili, Kecamatan Usulkan Rumah Sakit hingga Solusi Kekeringan

banner 120x600

BANGGAI – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahap II untuk penyusunan RKPD Tahun 2027 bagi wilayah Kecamatan Batui, Batui Selatan, Moilong, Toili, Toili Jaya dan Toili Barat dipusatkan di Desa Cendana Pura, Kecamatan Toili, Kamis (26/2/2026).

Dalam forum tersebut, Camat Toili Rustam mewakili seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Toili menyampaikan laporan hasil Musrenbang Tahap I beserta sejumlah isu strategis yang berkembang di wilayahnya.

Salah satu persoalan utama yang mengemuka adalah kekeringan yang terjadi hampir setiap musim kemarau. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih dan sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat.

“Kekeringan memerlukan perhatian serius melalui pembangunan infrastruktur irigasi, sumur bor, embung, maupun optimalisasi jaringan air bersih. Kami berharap persoalan ini menjadi prioritas dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan ke depan,” ujar Rustam.

Selain persoalan air bersih dan pertanian, kebutuhan pembangunan rumah sakit juga menjadi usulan mendesak. Sebagai kecamatan dengan jumlah penduduk besar dan wilayah yang luas, masyarakat Toili selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan.

Kondisi tersebut dinilai berdampak pada lambatnya penanganan medis, terutama dalam situasi darurat. Pemerintah kecamatan berharap adanya dukungan dan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan rumah sakit di Toili demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Isu lain yang tak kalah penting adalah kerawanan kebakaran. Dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang, Toili dinilai memiliki risiko kebakaran yang cukup besar. Namun hingga kini, kecamatan tersebut belum memiliki armada pemadam kebakaran.

“Pengadaan mobil pemadam kebakaran menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan terhadap masyarakat,” tegasnya.

Di sektor pelayanan pemerintahan, kondisi gedung Kantor Camat Toili juga menjadi perhatian. Bangunan yang saat ini digunakan dinilai sudah tidak memadai dari segi kapasitas maupun kelayakan sebagai pusat pelayanan publik tingkat kecamatan. Pembangunan kantor kecamatan yang representatif pun diusulkan sebagai salah satu prioritas.

Secara keseluruhan, dalam Musrenbang Tahap I Kecamatan Toili tercatat 188 usulan program dan kegiatan. Dari jumlah tersebut, 161 usulan diterima dan 27 usulan ditolak.

Rinciannya, bidang infrastruktur mengajukan 73 usulan dengan 62 diterima dan 11 ditolak. Bidang ekonomi dan sumber daya alam mengusulkan 50 program, 43 diterima dan 7 ditolak. Sektor sosial budaya mengajukan 34 usulan dengan 28 diterima dan 6 ditolak. Sementara bidang pembangunan manusia dan masyarakat mengajukan 31 usulan, 28 diterima dan 3 ditolak.

Adapun sejumlah usulan yang belum disepakati disebabkan beberapa pertimbangan, di antaranya dapat dibiayai melalui dana desa, bukan menjadi prioritas daerah pada 2027, tidak dilengkapi data dukung memadai seperti proposal dan dokumentasi, serta belum adanya kesiapan lahan.

Selain itu, beberapa program telah dijadwalkan untuk dilaksanakan pada 2026, termasuk kegiatan yang menjadi kewenangan lintas kabupaten dan diusulkan ke tingkat provinsi maupun yang bersumber dari pendanaan APBN.

Seluruh usulan yang diterima pada Musrenbang Tahap I dan Tahap II selanjutnya akan dibahas dalam forum perangkat daerah Kabupaten Banggai sebagai bagian dari proses finalisasi RKPD 2027.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kecamatan Toili berharap Bupati Banggai dapat mempertimbangkan berbagai usulan prioritas yang telah disampaikan, agar persoalan mendasar di wilayah Toili dapat ditangani secara bertahap dan terencana.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *