BANGGAI – Kegiatan Kemah Ranting Kwartir Ranting (Kwaran) Nambo yang berlangsung selama empat hari di Bumi Perkemahan Maleo, Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, resmi ditutup pada Sabtu malam, 4 Oktober 2025.
Penutupan dilakukan dalam suasana penuh kehangatan, ditandai dengan penyalaan api unggun yang menjadi simbol persaudaraan dan semangat kebersamaan antaranggota pramuka.
Sebelum api unggun dinyalakan, acara penutupan diawali dengan pelantikan pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan pengurus Kwartir Ranting (Kwaran) Nambo yang baru.

Ketua Kwaran Nambo, Ruslim Mahamu, menyampaikan bahwa kemah bukan sekadar berkegiatan di alam, tapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda.
“Adik-adik diajarkan hidup mandiri, saling membantu, dan kerja sama lintas gugus depan. Ini jadi bekal penting bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pembina, panitia, serta personel Polsek Kintom Nambo yang telah menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung. Dukungan dari Mabiran, baik moril maupun materil, juga diapresiasi.
Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Camat Nambo, Zubhan Ahmad, yang turut memberikan sambutan.
“Kegiatan ini melatih fisik, intelektual, sekaligus membentuk mental dan emosional anak-anak kita. Mereka belajar hidup bersama, saling menghargai, dan mencintai alam,” kata Zubhan.

Camat juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh desa di Kecamatan Nambo atas dukungannya, khususnya Desa Koyoan sebagai tuan rumah.
Hadir pula dalam penutupan, Wakil Ketua Kwartir Cabang Banggai, Wawan Afrianto Nasir, yang mendorong agar kegiatan serupa terus dilaksanakan setiap tahun.
“Lewat pramuka, kita bentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan maupun sesama,” ujarnya.
Kegiatan kemah ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai gugus depan se-Kecamatan Nambo, dan ditutup dengan meriah lewat nyala api unggun, yang jadi simbol kuat semangat pramuka yang terus menyala.*













