BANGGAI – Badan Usaha Milik Desa (d desa. Kegiatan panen yang Kamis (10/10/2025) ini menjadi bukti nyata keberhasilan pengelolaan sektor pertanian oleh BUMDes bersama masyarakat.
Acara panen tersebut turut dihadiri oleh Camat Nambo, Zubhan Ahmad, S.Sos, yang datang bersama staf Kecamatan. Selain itu, hadir pula Kepala Desa Sayambongin, Ruslan T. Polopa, Babinsa Sayambongin, Sunardi Lapi, Ketua BUMDes, Hartono Ajadjab, serta masyarakat yang ikut secara langsung dalam kegiatan panen jagung.
Panen ini merupakan hasil dari kerja keras dan sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan warga setempat dalam mengembangkan lahan pertanian yang produktif. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kemandirian pangan desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sayambongin, Ruslan T. Polopa, mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh dan mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat.
“Panen ini adalah bukti bahwa dengan niat dan kerja sama, kita mampu memanfaatkan potensi desa untuk kesejahteraan bersama. Kami bangga dan berterima kasih kepada BUMDes dan seluruh warga yang telah bekerja keras sejak awal penanaman hingga panen hari ini,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Nambo, Zubhan Ahmad, S.Sos, dalam kesempatan yang sama menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya desa dalam mengelola sektor pertanian secara mandiri.
“Ini adalah langkah konkret dari desa untuk memperkuat ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini patut menjadi contoh bagi desa-desa lain, bagaimana pemberdayaan masyarakat bisa berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi desa,” jelasnya.
Ketua BUMDes Sayambongin, Hartono Ajadjab, menjelaskan bahwa program penanaman jagung ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan lahan tidur yang ada di wilayah desa.
“Kami mulai dari nol, dengan modal yang terbatas, namun berbekal semangat gotong royong dan kepercayaan masyarakat, akhirnya hari ini kita bisa panen bersama. Ke depan, kami berencana memperluas lahan dan melibatkan lebih banyak warga,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan panen. Salah satu warga, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat kebersamaan antar warga.
“Kami merasa dilibatkan sejak awal, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen. Ini sangat positif bagi kami, dan kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Acara ini menjadi bukti bahwa ketika seluruh elemen desa bekerja bersama, maka pembangunan berbasis potensi lokal bisa benar-benar terwujud.*













