BANGGAI – Udara panas di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tak menyurutkan langkah empat personel Satuan Samapta Polres Banggai, Kamis (23 Oktober 2025). Di bawah komando Aiptu Ishak, tim kecil tersebut menyusuri jalanan utama kota, menyapa warga, dan memastikan denyut aktivitas masyarakat berjalan aman.
Patroli ini merupakan bagian dari kegiatan Kota Presisi Tadulako, sebuah program rutin Sat Samapta Polres Banggai dalam bentuk Turjawali pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli yang dilakukan secara dialogis di pusat-pusat keramaian. Bersama Aiptu Ishak, tiga personel lain turut serta, Aiptu Muh. Said, SH, Aipda Jofly Mokendji, Aipda Wirasto Esa, dan Bripda Andi Rifky.
Sekitar pukul 13.30 Wita, mobil patroli mereka berangkat dari Mako Samapta menuju sejumlah titik rawan di pusat kota, Kompleks Pertokoan Luwuk, Kelurahan Luwuk, Kelurahan Keraton, dan Kelurahan Simpong. Di setiap lokasi, para petugas berhenti sejenak berbincang dengan pedagang, berdialog dengan masyarakat, dan mengingatkan agar tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa polisi tidak hanya hadir ketika terjadi sesuatu. Kami ada untuk mencegah, menjaga, dan memastikan situasi tetap aman,” ujar Aiptu Ishak di sela kegiatan.

Dalam patroli kali ini, para personel lebih banyak berinteraksi dengan warga. Mereka menanyakan kondisi lingkungan, memberi imbauan agar tidak mudah terpancing isu-isu provokatif, serta mengajak warga aktif melapor jika melihat potensi gangguan keamanan.
Seorang pedagang di Kelurahan Simpong, Rudi (38), mengaku merasa tenang dengan kehadiran polisi yang rutin berpatroli. “Kalau polisi sering lewat, kami merasa lebih aman. Apalagi mereka juga ramah, suka menyapa,” ujarnya.
Selama hampir satu jam berkeliling, situasi Kota Luwuk terpantau kondusif. Tidak ditemukan adanya tindak pidana atau hal-hal menonjol. Aktivitas warga berjalan normal lalu lintas lancar, toko-toko buka, dan suasana pasar ramai seperti biasa.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Samapta Polres Banggai, AKP Jimiyarto Anasim, menegaskan bahwa kegiatan patroli Kota Presisi Tadulako merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Banggai.
“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat terjadi gangguan kamtibmas. Kehadiran polisi di ruang publik adalah bentuk pencegahan dan pelayanan,” ujar AKP Jimiyarto Anasim.

Menurutnya, patroli humanis seperti ini mampu menumbuhkan rasa percaya masyarakat kepada aparat. “Interaksi langsung dengan warga menjadi kunci. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat akan merasa memiliki tanggung jawab bersama menjaga keamanan,” tambahnya.
AKP Jimiyarto juga menegaskan bahwa Sat Samapta Polres Banggai akan terus meningkatkan intensitas patroli, terutama di lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan. “Kami ingin memastikan Kabupaten Banggai tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga,” katanya.
Patroli berakhir sekitar pukul 14.20 Wita. Tak ada insiden berarti, tak ada laporan pelanggaran. Namun bagi para personel Samapta, situasi yang tetap tenang justru adalah hasil terbaik dari kerja mereka.
“Menjaga agar tidak terjadi apa-apa itulah keberhasilan yang paling nyata,” tutur Aiptu Ishak.
Bagi masyarakat Luwuk, kegiatan semacam ini mungkin tampak sederhana, sekadar mobil patroli melintas, petugas menyapa, dan suara sirene samar terdengar di kejauhan. Namun di balik itu, ada semangat pengabdian untuk memastikan setiap aktivitas warga berjalan tanpa gangguan.
Polisi hadir, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menenangkan. Dan di kota kecil yang terus tumbuh di tepi Teluk Lalong itu, ketenangan adalah bentuk kemewahan yang terus dijaga.*













