Example 970x250

Plt. Sekdis Pendidikan Banggai Bergerak Cepat Tangani Siswa yang Nyaris Putus Sekolah

banner 120x600

BANGGAI – Di tengah berbagai tantangan pendidikan di daerah, perhatian dan kepedulian pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk mengenyam pendidikan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Samsul Bahri, yang bergerak cepat menyikapi persoalan yang menimpa seorang siswa di Kecamatan Nambo.

Kisah ini bermula dari seorang siswa laki-laki yang sebelumnya bersekolah di SMP Negeri 7 Bunta. Karena jarak antara rumah dan sekolah yang terlalu jauh dan menyulitkan mobilitas harian, siswa tersebut akhirnya memilih untuk berhenti sekolah. Menurut keterangan dari orang tuanya, anak mereka telah berhenti sekolah selama kurang lebih satu tahun.

Namun, keinginan kuat dari orang tua agar anaknya tetap melanjutkan pendidikan tidak padam. Mereka memutuskan untuk pindah tempat tinggal ke Kecamatan Nambo, dengan harapan dapat mendaftarkan anak mereka ke sekolah yang lebih dekat, yakni SMP Negeri 4 Luwuk.

Sayangnya, harapan tersebut sempat menemui jalan buntu. Pihak SMP Negeri 4 Luwuk awalnya menolak menerima siswa tersebut dengan alasan kuota Dapodik (Data Pokok Pendidikan) sudah terpenuhi. Dapodik merupakan sistem pendataan resmi dari Kementerian Pendidikan yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pendidikan, termasuk jumlah siswa yang bisa ditampung oleh sekolah.

Penolakan ini membuat orang tua siswa kecewa. Mereka khawatir jika anaknya kembali gagal bersekolah hanya karena terkendala urusan administrasi. Ketegangan pun sempat terjadi saat orang tua siswa berusaha meminta kebijakan dari pihak sekolah.

Namun setelah dilakukan dialog dan negosiasi, pihak sekolah akhirnya bersedia menerima anak tersebut untuk mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar, sembari menunggu proses administrasi kepindahan dari sekolah asalnya.

Kabar mengenai kasus ini pun sampai ke telinga Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai, Samsul Bahri, yang belum lama dilantik oleh Bupati Banggai sebagai pejabat pelaksana tugas di dinas tersebut. Mendengar hal itu, Samsul tidak tinggal diam.

Menunjukkan komitmennya dalam memastikan setiap anak di Kabupaten Banggai tidak terabaikan dalam sistem pendidikan, Samsul langsung turun tangan. Ia didampingi Kordik Nambo Taher Panok bersama tim dari Bidang SMP Dinas Pendidikan Banggai mendatangi langsung rumah siswa tersebut yang terletak di Kelurahan Nambo Padang, Kecamatan Nambo, pada Rabu malam, 2 Oktober 2025.

Dalam kunjungannya, Samsul tidak hanya memastikan bahwa siswa tersebut sudah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah baru, tetapi juga berdialog dengan orang tua siswa untuk memahami situasi secara menyeluruh. Ia juga memberi penegasan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki komitmen kuat untuk menurunkan angka anak putus sekolah dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan.

Langkah cepat yang dilakukan oleh Plt. Sekdis Pendidikan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Hal ini dianggap sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah persoalan yang dihadapi langsung oleh warganya.

“Ini bukan hanya soal satu anak yang hampir putus sekolah. Ini tentang bagaimana negara hadir memastikan pendidikan adalah hak bagi semua anak, tanpa terkecuali,” ujar Samsul kepada media usai kunjungan tersebut.

Samsul menambahkan bahwa ke depan, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih intens dengan pihak sekolah-sekolah di wilayah Banggai agar persoalan seperti ini tidak terulang kembali. Ia juga mengimbau sekolah agar tetap fleksibel dalam menyikapi persoalan administrasi yang berpotensi menjadi hambatan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan akses pendidikan.

“Kita ingin membangun sistem pendidikan yang tidak hanya kaku dengan aturan administratif, tetapi juga punya sisi kemanusiaan. Terutama ketika menyangkut masa depan anak-anak,” tegasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai juga berencana memperkuat koordinasi dengan instansi lain dan melakukan pemetaan data anak usia sekolah yang tidak terdaftar dalam sistem pendidikan formal, untuk kemudian dicarikan solusi secara komprehensif.

Kisah siswa dari Kecamatan Nambo ini menjadi refleksi bahwa akses pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di wilayah-wilayah dengan kondisi geografis dan sosial yang tidak merata. Namun di balik tantangan tersebut, masih ada optimisme, selama pemerintah, sekolah, dan masyarakat bisa saling bersinergi dan tanggap terhadap setiap persoalan yang muncul.

Langkah cepat Plt. Sekdis Pendidikan Banggai ini menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari niat baik dan aksi nyata. Satu anak yang kembali ke bangku sekolah hari ini, adalah satu harapan yang tumbuh bagi masa depan daerah dan bangsa.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *