BANGGAI – Gelombang protes yang digerakkan pemuda di Kecamatan Nambo, kian menguat setelah mendapat perhatian serius dari jajaran Karang Taruna Kabupaten Banggai. Tak sekadar memberi dukungan moral, ketua dan pengurus organisasi kepemudaan itu turun langsung ke lokasi aksi, Selasa (5/5/2026), menegaskan bahwa persoalan yang diangkat bukan isu kecil.
Kehadiran Ketua Karang Taruna Kabupaten Banggai, Wahyu Darmanto Maku, bersama pengurus menjadi penanda bahwa aspirasi pemuda Nambo telah naik kelas dari keluhan lokal menjadi agenda advokasi tingkat kabupaten. Di tengah massa aksi, Wahyu berdiri di barisan depan, menyerap aspirasi sekaligus mengonsolidasikan gerakan agar tetap terarah.
“Apa yang terjadi di Nambo adalah cermin ketimpangan yang tidak boleh dibiarkan. Ketika industri tumbuh, masyarakat lokal harus ikut tumbuh, bukan justru tersisih,” tegasnya.
Aksi ini berangkat dari keresahan terhadap pola rekrutmen tenaga kerja oleh vendor di lingkungan PT PAU Essa yang dinilai tidak transparan dan minim melibatkan tenaga kerja lokal. Isu tersebut menyentuh titik sensitif, keadilan akses pekerjaan di tengah ekspansi industri besar.
Karang Taruna Kabupaten menilai, persoalan ini bukan semata teknis perekrutan, melainkan menyangkut tanggung jawab sosial perusahaan dan tata kelola kemitraan yang sehat. Karena itu, mereka memastikan akan mengawal tuntutan pemuda hingga ada respons konkret dari pihak terkait.
Di lapangan, massa tetap bertahan dengan pengawalan aparat keamanan. Arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi sempat tersendat, namun situasi secara umum terkendali.
Karang Taruna juga membuka kemungkinan membawa isu ini ke level yang lebih tinggi jika tidak ada penyelesaian yang jelas. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memastikan suara masyarakat tidak berhenti di jalanan.
“Kami ingin solusi, bukan janji. Kalau perlu, ini akan kami dorong sampai ke meja legislatif,” ujar Wahyu dengan nada tegas.
Aksi ini menjadi penegas, di tengah derasnya arus investasi, masyarakat lokal menuntut satu hal mendasar, keadilan untuk ikut ambil bagian di tanah sendiri.













