Example 970x250

Puskesmas Toili 1 Terapkan Inovasi TOP TB, Libatkan Kader Temukan Terduga Tuberkulosis

banner 120x600

BANGGAI — UPTD Puskesmas Toili 1 memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui inovasi TOP TB (Temukan Orang Terduga Tuberculosis) dengan melibatkan kader dan masyarakat dalam penemuan aktif orang yang memiliki gejala maupun faktor risiko TB.

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Toili 1Riska, S.Kep., Ns., sebagai narasumber, Kamis (20/8/2026). Ia menjelaskan bahwa inovasi TOP TB dirancang untuk mempercepat penemuan orang terduga TB di masyarakat sehingga pemeriksaan dan tindak lanjut dapat dilakukan sedini mungkin.

Gambar meja kerja

Dalam pelaksanaannya, kader menjadi salah satu unsur penting dalam proses penemuan terduga TB. Kader melakukan skrining dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tanda dan gejala TB, faktor risiko, pentingnya pemeriksaan, serta upaya pencegahan penularan.

Warga yang berdasarkan hasil skrining memiliki gejala atau faktor risiko kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu tahapan penting adalah pengumpulan spesimen dahak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Spesimen yang telah dikumpulkan selanjutnya diterima oleh petugas TB atau petugas laboratorium Puskesmas untuk diproses dan, sesuai mekanisme pemeriksaan, dikirim ke laboratorium pemeriksa atau menjalani pemeriksaan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM).

Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi petugas kesehatan untuk menentukan tindak lanjut. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan TB, pasien diarahkan mendapatkan pelayanan dan pengobatan sesuai ketentuan program TB. Pasien dan keluarga juga diberikan edukasi, termasuk penelusuran kontak apabila diperlukan.

Sementara itu, apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan TB, petugas tetap melakukan penilaian terhadap kondisi pasien. Jika ditemukan indikasi penyakit atau gangguan kesehatan lainnya, pasien akan diarahkan memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan yang sesuai.

Menurut pedoman teknis TOP TB, sasaran inovasi tidak hanya masyarakat yang memiliki gejala mengarah pada TB, tetapi juga kontak erat atau keluarga pasien TB, kelompok masyarakat dengan faktor risiko, serta warga yang berdasarkan hasil skrining dinilai perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain meningkatkan penemuan kasus, inovasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TB, mempercepat pengambilan dan pemeriksaan spesimen, serta memperkuat peran kader dalam upaya penanggulangan TB di wilayah kerja Puskesmas Toili 1.

Pelaksanaan TOP TB juga menekankan aspek etika dan keselamatan. Kader maupun petugas kesehatan diwajibkan menjaga kerahasiaan identitas dan informasi kesehatan masyarakat, menghindari stigma terhadap orang terduga maupun pasien TB, serta menerapkan prinsip keselamatan dan pencegahan infeksi sesuai kewenangan dan SOP.

Keberhasilan program dipantau melalui sejumlah indikator, antara lain peningkatan jumlah orang terduga TB yang ditemukan, jumlah spesimen yang berhasil dikumpulkan dan diperiksa, kecepatan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta peningkatan koordinasi antara kader, petugas kesehatan, pemerintah desa atau kelurahan, lintas program dan lintas sektor.

Melalui inovasi TOP TB, UPTD Puskesmas Toili 1 mendorong agar penemuan TB tidak hanya bergantung pada warga yang datang berobat ke fasilitas kesehatan, tetapi juga dilakukan secara aktif melalui keterlibatan kader dan masyarakat.

Program tersebut mengusung semangat “Temukan Secara Aktif, Periksa Sesuai SOP, Obati Sampai Sembuh. Bersama Kita Bisa Akhiri TB.” Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat penemuan dan penanganan TB sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dan pengobatan hingga tuntas. (Ay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *