BANGGAI – Warga Luwuk sempat dibuat resah setelah seorang anak dilaporkan tidak pulang usai bermain. Namun kekhawatiran itu tak berlangsung lama. Berkat respons cepat layanan darurat 110 Polres Banggai, kasus dugaan penculikan tersebut berhasil diungkap dalam waktu kurang dari satu hari.
Peristiwa berawal ketika orang tua korban menghubungi layanan 110 untuk melaporkan hilangnya sang anak. Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh operator dan diteruskan kepada tim Resmob Tompotika yang sedang berjaga. Tanpa menunda waktu, tim bergerak ke lokasi terakhir yang diketahui.
Kapolres Banggai, AKBP Putu Hendra Binangkari, menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV menjadi petunjuk penting. Dari hasil penelusuran tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi keberadaan terduga pelaku dan segera melakukan pengejaran.
“Gerak cepat tim sangat menentukan. Dalam waktu singkat kami bisa mengantongi identitas terduga pelaku dan mengamankan situasi,” ujar Kapolres.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) Star’s Lub, Dr. Purnama Pasande, M.Th., M.Pd. Ia menilai tindakan sigap kepolisian menunjukkan keseriusan dalam melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
“Kecepatan pelayanan 110 membuktikan bahwa polisi hadir dan sigap melindungi masyarakat. Ini bentuk nyata komitmen aparat dalam menjaga keamanan publik,” kata Purnama.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dengan aparat keamanan. Menurutnya, laporan cepat dari warga menjadi kunci dalam mencegah risiko yang lebih besar.
Sementara itu, Kapolres Banggai mengimbau warga untuk tidak ragu memanfaatkan layanan 110 saat menghadapi situasi darurat. “Layanan ini disiapkan untuk membantu masyarakat. Segera hubungi jika membutuhkan kehadiran polisi,” tegasnya.
Kasus yang sempat menghebohkan warga itu kini berhasil ditangani dengan cepat. Respons sigap Polres Banggai tidak hanya menenangkan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti bahwa layanan 110 bekerja efektif dalam situasi genting.*













