BANGGAI – Sehari setelah resmi dilantik, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai langsung turun ke lapangan. Tujuannya: meninjau langsung pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pendirian Taman Kanak-kanak (TK) dan proses pembelajaran siswa SMP di Desa Sulubombong, Kecamatan Mantoh.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen Dinas Pendidikan dalam memastikan mutu pendidikan di wilayah terpencil tetap menjadi prioritas. Monev tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran, identifikasi hambatan di lapangan, dan optimalisasi penggunaan sumber daya pendidikan.
“Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa dalam membenahi sektor pendidikan,” ujar Samsulbahri Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan usai meninjau salah satu ruang kelas di SMP Sulubombong, Kamis, (2/10/ 2025).
Hasil Monev menunjukkan adanya peningkatan efektivitas pembelajaran di tingkat TK dan SMP. Kualitas proses belajar mengajar, partisipasi siswa, serta kondisi fasilitas pendidikan menunjukkan perbaikan yang signifikan dibanding periode sebelumnya.

Meskipun demikian, tim Monev juga mencatat sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan sarana belajar dan kebutuhan pelatihan bagi tenaga pendidik. Temuan ini akan dijadikan dasar untuk merumuskan kebijakan pendidikan berbasis data.
“Kita tidak ingin bekerja hanya berdasarkan laporan di atas meja. Turun langsung ke lapangan penting agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Sekdis yang baru sehari menjabat itu.
Beberapa indikator yang digunakan dalam Monev meliputi peningkatan akses pendidikan, jumlah lembaga pendidikan yang dibangun, serta evaluasi kualitas pengajaran. Diharapkan, melalui evaluasi berkala, kualitas pendidikan di desa dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Monev ini juga menjadi sarana bagi pemerintah desa untuk memperbaiki program pendidikan dan meningkatkan akuntabilitas dalam pelaksanaannya. Pemerintah setempat menyambut baik kehadiran Sekdis yang turun langsung ke daerah, sebagai sinyal kuat bahwa pemerataan pendidikan bukan hanya wacana.*













