BANGGAI – Semangat kebersamaan kembali menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai. Sabtu pagi (13/9/2025), ratusan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah memenuhi Lapangan Potoutusan, Kelurahan Kintom. Mereka datang bukan untuk menghadiri sebuah hajatan biasa, melainkan untuk bersama-sama bergotong royong dalam kerja bakti massal menyambut peringatan dua momentum besar umat Islam: Haul Guru Tua dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara Komda Alkhairaat Kabupaten Banggai, Komcam Alkhairaat Kintom, Pemerintah Kecamatan Kintom, serta didukung oleh berbagai organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat lainnya. Persiapan ini menjadi wujud nyata partisipasi kolektif warga dalam mendukung acara keagamaan yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga sosial dan kultural.
Turut hadir dan memimpin langsung jalannya kegiatan adalah Camat Kintom, Amrizal Latif. Dengan mengenakan pakaian santai, ia tampak aktif bersama Komda Alkhairaat Kabupaten Banggai, Sekcam, Kades, Lurah, aparat pemerintah, Karang Taruna, warga serta para relawan panitia, mendirikan tenda, membersihkan area lapangan, hingga menata area tamu undangan.
Dalam keterangannya kepada media, Amrizal menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata merupakan persiapan teknis, melainkan momentum penting untuk membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Kintom.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan. Ini juga menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan sosial, terutama kepada generasi muda,” ujar Amrizal.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Kintom sepenuhnya mendukung kegiatan keagamaan seperti ini, karena selain meningkatkan kualitas kehidupan beragama, juga mempererat hubungan antarwarga dan membangun harmoni sosial yang kokoh.
Sementara itu, Ketua Komcam Alkhairaat Kintom, Rinaldi Sanula, menuturkan bahwa peringatan Haul Guru Tua ke 57 dan Maulid Nabi 1447 Hijriah ini diharapkan menjadi ruang reflektif bagi umat Islam, khususnya generasi muda, dalam mengenang perjuangan ulama dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membumikan kembali nilai-nilai perjuangan dan keteladanan Guru Tua di tengah masyarakat. Ini sangat penting, apalagi bagi generasi muda yang saat ini hidup di tengah arus globalisasi,” kata Rinaldi.
Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari syiar Islam yang inklusif dan mampu menjadi jembatan penghubung lintas komunitas dalam bingkai cinta Rasul dan penghormatan terhadap ulama.
Puncak acara yang akan digelar pada Minggu, 14 September 2025, diproyeksikan akan dihadiri oleh ribuan warga, tokoh agama, ulama, dan pejabat dari berbagai wilayah. Rangkaian kegiatan yang telah disiapkan meliputi:
Penampilan seni Islami para santri
Yasinan dan Tahlilan bersama
Pembacaan Manaqib Guru Tua
Hikmah dan amanat dari Ketua Utama Alkhairaat dan dilanjutkan dengan Pelaksanaan Shalat Istighotsah
Seluruh acara akan dikemas dalam suasana yang khidmat dan religius, diharapkan menjadi ajang edukasi keislaman sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Haul Guru Tua merupakan tradisi tahunan yang digelar untuk mengenang Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, pendiri Alkhairaat, seorang ulama karismatik yang dikenal sebagai tokoh pemersatu umat Islam di kawasan timur Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah.
Guru Tua tidak hanya dikenang melalui ceramah dan zikir, tetapi juga melalui warisan nyata berupa lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah yang tersebar luas hingga kini. Haul ini menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali semangat dakwah beliau, khususnya dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berilmu.
Sementara itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah. Melalui acara ini, masyarakat diajak untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat Kintom, acara seperti ini bukan hanya tentang memperingati sejarah dan merayakan nilai-nilai keagamaan. Lebih dari itu, ia menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan warga dari berbagai latar belakang, memperkuat rasa persatuan dan memperkokoh fondasi sosial di tengah tantangan zaman.
Beberapa tokoh masyarakat yang hadir dalam kerja bakti juga menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan sosial dan menumbuhkan kesadaran kolektif akan peran agama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ini bukan hanya soal memperingati hari besar Islam, tapi juga momentum untuk memperkuat tali silaturahmi dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya peran agama dalam kehidupan sosial,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Menutup keterangannya, Camat Kintom, Amrizal Latif, menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh warga Kecamatan Kintom dan sekitarnya untuk turut hadir dan memeriahkan peringatan Haul Guru Tua dan Maulid Nabi.
“Kami mengundang seluruh elemen masyarakat untuk hadir dan ikut serta dalam acara ini. Mari kita jadikan momentum ini sebagai wujud cinta kita kepada Rasulullah SAW dan penghormatan kepada ulama yang telah berjuang membimbing umat,” pungkasnya. (*)













