Example 970x250

Shalat Id Perdana di Mirqan, Pesan Bupati Amirudin: Bersatu untuk Banggai Lebih Baik

banner 120x600

BANGGAI – Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Banggai tahun ini berlangsung istimewa. Untuk pertama kalinya, Lapangan Mirqan di kawasan perkantoran Bukit Halimun, Luwuk Selatan, digunakan sebagai lokasi salat Id, Sabtu (21/3/2026).

Bupati Banggai, Amirudin, bersama Wakil Bupati Furqanuddin Masulili dan jajaran Pemerintah Daerah turut hadir dan melaksanakan salat berjamaah bersama ratusan masyarakat.

Gambar meja kerja

Selama ini, pelaksanaan salat Idulfitri di Luwuk rutin dipusatkan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk. Namun tahun ini, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Banggai menghadirkan suasana baru dengan memusatkan kegiatan di ruang terbuka Lapangan Mirqan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Amirudin dipercaya sebagai khatib, sementara imam dipimpin oleh Muhammad Jukri AT Arsyad.
Dalam khutbahnya, Amirudin mengajak seluruh jemaah menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan memperbaiki diri. Ia menekankan pentingnya menghapus prasangka, konflik, dan perbedaan yang sempat muncul, terutama akibat dinamika politik.

“Inilah saat terbaik untuk saling memaafkan, menghapus segala kesalahan, serta merajut kembali kebersamaan dalam kasih sayang Allah SWT,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam perbedaan pilihan politik yang dapat memecah belah. Menurutnya, fase tersebut telah berlalu dan kini saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu untuk fokus pada pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.

“Jangan lagi bicara soal pilkada, tetapi bicaralah tentang kebutuhan masyarakat Kabupaten Banggai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amirudin mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai silaturahmi yang menjadi ajaran utama dalam Islam, sekaligus menghindari penyebaran informasi yang tidak benar di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, dalam khutbahnya ia juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua. Dengan penuh haru, ia mengajak jemaah untuk menghargai dan menyayangi orang tua selagi masih diberi kesempatan.

“Jika mereka masih ada, peluklah, ciumlah tangan mereka. Karena suatu saat, kita akan kehilangan sosok yang paling tulus mencintai kita,” ucapnya.

Menutup khutbah, Amirudin mengajak seluruh jemaah untuk saling membuka hati dan memaafkan satu sama lain dalam semangat Idulfitri.

Usai pelaksanaan salat, suasana hangat dan penuh keakraban terlihat ketika Bupati bersama jajaran Pemda Banggai berbaur dengan masyarakat, saling bersalaman dan bermaaf-maafan.

Momentum ini menjadi simbol kuat kebersamaan dan harapan baru bagi masyarakat Banggai dalam menapaki masa depan yang lebih harmonis dan sejahtera.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *