BANGGAI – Di tengah kesibukan sektor industri yang terus menggeliat di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, sekelompok anak muda memilih jalan sunyi untuk tetap membumi. Pada Jumat, (5/62026), Sudarto Latif, seorang warga Desa Padungnyo, Kecamatan Nambo, menyisihkan waktu dan pendapatannya untuk membagikan santunan kepada anak-anak yatim dan kaum lansia (jompo) di lingkungan tempat tinggalnya.
Sudarto bukanlah seorang pejabat atau pengusaha besar. Ia adalah potret pekerja lokal, seorang karyawan di PT Pichax ASN, salah satu perusahaan subkontraktor yang saat ini tengah menggarap sejumlah proyek di kawasan operasional raksasa petrokimia, PT PAU ESSA, di Kecamatan Batui.
Namun, statusnya sebagai pekerja industri tidak membuatnya abai terhadap realitas sosial di sekelilingnya. Di balik seragam kerjanya, Sudarto adalah bagian dari simpul pergerakan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kecamatan Nambo. Langkah sosial yang ia ambil berakar kuat dari gerakan moral yang kini tengah digelorakan oleh organisasi kepemudaan tersebut.
Aksi personal Sudarto ini bukanlah sebuah spontanitas tanpa arah. Ketua Karang Taruna Kecamatan Nambo, Ahyar A. Mokoagow, menegaskan bahwa apa yang dilakukan anggotanya adalah manifestasi dari komitmen terstruktur organisasi.
Karang Taruna Nambo kini tengah menggalang kesadaran baru di bursa pekerja lokal, sebuah gerakan moral yang mendorong para anggotanya yang telah mapan secara ekonomi atau memiliki penghasilan tetap bulanan, untuk rutin menyisihkan sebagian rezeki mereka bagi kelompok masyarakat rentan.
”Kegiatan berbagi ini adalah bagian dari komitmen bersama seluruh anggota Karang Taruna Kecamatan Nambo. Kami ingin memastikan bahwa pemuda yang sudah berdaya secara ekonomi dan memiliki penghasilan tetap, dapat memberikan dampak positif langsung bagi lingkungan, khususnya untuk menyantuni anak yatim dan warga lansia,” ujar Ahyar kepada media.
Ahyar menambahkan, kehadiran industri di wilayah Banggai seharusnya tidak hanya melahirkan menara gading ekonomi, melainkan juga harus berdampak pada kesejahteraan sosial yang merata. Melalui konsistensi gerakan menyisihkan pendapatan ini, Karang Taruna Nambo berharap dapat membangun sinergi yang kuat antara pemuda, pekerja industri lokal, pihak perusahaan dan masyarakat setempat.
”Kami berkomitmen untuk selalu menyisihkan sebagian dari pendapatan tersebut demi membantu warga yang membutuhkan. Lewat aksi konsisten seperti ini, kami berharap kehadiran pemuda produktif yang bekerja di sektor industri dapat mempererat hubungan emosional yang harmonis dengan masyarakat sekitar,” pungkas Ahyar. (Ay)













