BANGGAI – Malam belum sepenuhnya larut ketika lantunan zikir mengalir pelan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Rabu (31/12/2025). Di ruang suci itu, Pemerintah Kabupaten Banggai dan masyarakat berkumpul, melepas tahun 2025 dengan doa, menyambut 2026 dengan harapan yang dipanjatkan dari relung hati.
Zikir dan doa bersama ini bukan sekadar penanda pergantian kalender. Ia menjadi ruang sunyi untuk bermuhasabah, menimbang langkah-langkah yang telah dilalui, sekaligus memohon kekuatan agar hari-hari mendatang diisi dengan kebaikan.
Kegiatan tersebut digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai bersama Panitia Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI) dan Kementerian Agama Kabupaten Banggai, serta Dirangkaikan dengan peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.
Di hadapan jemaah, Bupati Banggai Amirudin menyampaikan pesan dengan nada teduh. Pergantian tahun, katanya, adalah saat yang tepat untuk menundukkan hati, menyadari keterbatasan, dan memperbarui niat dalam mengemban amanah.
“Apa yang belum sempurna di tahun 2025, insyaallah akan kita perbaiki di tahun depan,” ujarnya, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pelayanan dan pengabdian sebagai jalan ibadah.
Malam itu pula, Bupati Amirudin mengajak masyarakat Banggai untuk kembali merajut persaudaraan yang sempat meregang akibat dinamika politik Pilkada. Perbedaan pilihan, menurutnya, adalah keniscayaan, namun persatuan adalah tujuan bersama.
“Mari kita saling memaafkan. Kita satukan kembali langkah dan niat, agar Banggai tumbuh dalam kedamaian dan kemajuan,” tuturnya.
Harapan yang sama disampaikan Kepala Kantor Agama Kabupaten Banggai, Suardi Kandjai. Menurutnya, dengan zikir dan doa adalah cara terbaik untuk menata batin, agar setiap berada dalam kegiatan memperoleh ridha Allah SWT.
“Semoga keberkahan dan keselamatan senantiasa tercurah bagi Kabupaten Banggai yang kita cintai,” ucapnya.
Zikir dan doa bersama ini turut dihadiri Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili, Ketua DPRD Banggai Saripudin Tjatjo, Sekretaris Daerah Moh. Ramli Tongko, para pimpinan perangkat daerah, serta jemaah Masjid Agung An-Nuur Luwuk yang memenuhi ruang ibadah dengan kekhusyukan.
Kegiatan ditutup dengan doa yang diaminkan bersama. Di bawah langit Luwuk, Banggai memilih mengawali tahun 2026 bukan dengan hiruk-pikuk perayaan, melainkan dengan zikir, keheningan, dan harapan akan masa depan yang lebih damai, religius, dan bermakna.**













