Example 970x250

Keterbukaan Perizinan dan Komitmen Sosial PT ABM di Banggai

banner 120x600

BANGGAI – PT Anugerah Bangun Makmur (ABM) menegaskan komitmennya terhadap transparansi perizinan dan pemberdayaan masyarakat dalam pertemuan bersama sejumlah jurnalis di area operasional perusahaan, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WITA itu diawali dengan penyambutan hangat oleh pihak perusahaan. Rombongan jurnalis diterima oleh Staf External Relation PT ABM, Muhammad Putra D. Rasyida, yang juga merupakan putra daerah asal Desa Jayabakti, Kecamatan Pagimana.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dalam sesi diskusi dan konferensi pers yang berlangsung santai namun substansial. Dalam kesempatan tersebut, pihak perusahaan memberikan klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang di publik, terutama terkait legalitas perizinan dan kontribusi sosial perusahaan.

Muhammad Putra menegaskan bahwa PT ABM menjalankan seluruh aktivitas operasional berdasarkan perizinan yang sah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia bahkan mempersilakan pihak media untuk melakukan pengecekan langsung ke instansi terkait guna memastikan keabsahan dokumen perizinan tersebut.

“Izin kami dapat diverifikasi langsung di Dinas ESDM maupun Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah. Kami terbuka untuk itu,” ujarnya.

Selain itu, dokumen terkait lingkungan dan kehutanan seperti Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan UKL-UPL juga disebut dapat dikonfirmasi melalui instansi teknis terkait, termasuk Dinas Kehutanan dan KPH setempat.

Namun demikian, pihak perusahaan memilih tidak memberikan keterangan terkait isu perubahan nama perusahaan, dengan alasan hal tersebut merupakan kewenangan manajemen tingkat direksi.

Dalam aspek sosial, PT ABM menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dibagi dalam tiga wilayah prioritas, yakni Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.

Untuk wilayah Ring 1 yang mencakup Desa Siuna dan Desa Toiba, perusahaan telah menyalurkan bantuan berupa ambulans guna mendukung layanan kesehatan masyarakat. Program lanjutan juga tengah disusun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara di Ring 2, perusahaan turut mendukung berbagai kegiatan sosial, termasuk kegiatan olahraga tingkat kabupaten, bantuan sosial ke panti asuhan, serta kolaborasi kegiatan kemanusiaan bersama instansi terkait.

Adapun untuk Ring 3 yang mencakup skala lebih luas, perusahaan tetap membuka peluang kerja sama sepanjang usulan yang diajukan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan mengikuti prosedur yang berlaku.

PT ABM juga menegaskan komitmennya dalam penyerapan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari kontribusi terhadap masyarakat sekitar.

Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dengan menyebarkan informasi lowongan kerja ke desa-desa dan kecamatan, serta dilaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja setempat.

“Kami memprioritaskan tenaga kerja lokal, baik yang memiliki keahlian maupun non-keahlian,” kata Putra.

Dengan berbagai langkah tersebut, PT ABM berharap keberadaan investasi yang dijalankan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya.

Pertemuan itu sekaligus menjadi ruang dialog antara perusahaan dan media untuk memperkuat keterbukaan informasi serta membangun kepercayaan publik.(Ai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *