JAKARTA – Dukungan sektor swasta dalam penanganan pascabencana kembali terlihat melalui penyaluran bantuan ambulans kepada daerah terdampak bencana di Sumatera. Sebanyak 31 unit mobil ambulans beserta sejumlah alat kesehatan diserahkan kepada sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian. Ia menilai keterlibatan sektor swasta dalam membantu penanganan pascabencana menjadi bukti kuatnya ketahanan nasional serta tingginya kepedulian sosial masyarakat Indonesia.
Menurut Tito, penanganan bencana berskala besar membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dinilai mampu mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
“Karena kita menangani bencana yang besar ini dengan kekuatan nasional kita sendiri,” ujarnya.
Bantuan ambulans tersebut berasal dari sejumlah perusahaan dan lembaga swasta, di antaranya PT Astra International Tbk, PT Indomobil Trada Nasional, serta Yayasan Imeco Bhakti Nusa. Tito menilai dukungan dunia usaha mencerminkan semangat gotong royong yang kuat dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Selain mengapresiasi para donatur, Tito juga memuji langkah cepat pemerintah dalam memulihkan fasilitas kesehatan di daerah terdampak. Ia menyebut sebagian besar rumah sakit dan puskesmas sudah kembali beroperasi dalam waktu relatif singkat setelah bencana terjadi.
Upaya percepatan pemulihan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kerja keras jajaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, kehadiran langsung Menkes di lapangan serta pengiriman relawan kesehatan sangat membantu proses pelayanan bagi masyarakat.
“Relawan kesehatan yang dikirim bahkan menjangkau hingga wilayah pegunungan dan sangat membantu masyarakat,” kata Tito.
Meski demikian, pemerintah masih menargetkan penyelesaian pemulihan sejumlah fasilitas kesehatan di tingkat desa, khususnya Puskesmas pembantu (pustu) yang masih dalam proses penanganan.
Di sisi lain, perhatian juga diberikan kepada tenaga kesehatan yang terdampak bencana. Pemerintah mendorong percepatan penyaluran bantuan bagi para nakes agar mereka dapat kembali fokus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa terbebani persoalan pribadi akibat dampak bencana.
Acara penyerahan bantuan tersebut juga dihadiri jajaran pejabat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perwakilan pemerintah daerah penerima bantuan, serta para donatur yang turut berkontribusi dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.**













