BANGGAI – Di tengah riuhnya arus mudik dan gegap gempita perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah, ada sosok-sosok yang tetap setia berdiri di garis tugas. Mereka bukan lagi anggota muda yang penuh tenaga tanpa batas, melainkan personel senior, yang membawa pengalaman, keteguhan, dan loyalitas yang telah teruji waktu.
Di Polres Banggai, figur seperti AKP Alpius Dapi Moendi menjadi gambaran nyata tentang arti pengabdian tanpa jeda. Di usia yang tak lagi muda, ia masih memilih berada di lapangan, mengatur arus kendaraan, memastikan keamanan masyarakat, dan hadir di setiap titik yang membutuhkan kehadiran polisi.
Sampai akhirnya, Minggu (22/3/2026), di tengah tugas yang belum usai, ia merasakan nyeri di dada sebelah kiri.
Bagi banyak orang, usia mungkin menjadi alasan untuk mengurangi beban. Namun bagi personel senior seperti dirinya, pengalaman justru menjadi kompas dalam bertugas. Mereka tahu kapan harus sigap, kapan harus tegas, dan kapan harus tetap bertahan meski kondisi fisik mulai memberi batas.
Pengamanan Operasi Ketupat Tinombala 2026 menjadi salah satu momen yang memperlihatkan dedikasi itu. Di saat tekanan meningkat, mobilitas masyarakat melonjak, dan waktu istirahat kian sempit, personel senior tetap mengambil peran penting. Mereka tidak sekadar hadir, tetapi menjadi penyangga, menjaga ritme tugas tetap berjalan.
Namun, pengabdian panjang itu bukan tanpa risiko.

Kelelahan fisik menjadi ancaman nyata. Jam kerja yang panjang, tekanan lapangan, serta tanggung jawab besar sering kali membuat batas tubuh terabaikan. Apa yang terlihat sebagai keteguhan, kadang adalah perjuangan diam-diam melawan lelah yang menumpuk.
Peristiwa yang menimpa AKP Alpius menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang tampak kokoh, ada manusia yang juga memiliki batas. Sosok yang selama ini dikenal sigap, akhirnya harus berhenti sejenak karena kondisi fisik yang tak lagi bisa dipaksakan.
Namun justru di situlah letak kekaguman itu tumbuh.
Bahwa di usia yang tak lagi muda, mereka tetap memilih mengabdi.
Bahwa di tengah keterbatasan, mereka tetap mengutamakan tugas.
Dan bahwa dalam diam, mereka telah menjaga banyak orang sampai ke tujuan dengan selamat.
Personel senior Polres Banggai bukan hanya pelengkap dalam struktur organisasi. Mereka adalah fondasi, penjaga nilai, disiplin, dan dedikasi. Sosok yang mungkin tak selalu disorot, namun kehadirannya menjadi penentu.
Di tengah derasnya arus mudik dan perayaan yang penuh kebahagiaan, ada satu hal yang patut diingat.
Bahwa keamanan yang dirasakan masyarakat hari ini, berdiri di atas pengorbanan mereka yang tetap bertugas, bahkan ketika tenaga tak lagi sekuat dulu.*













