Example 970x250

Rakor Peningkatan Air Bersih di Sayambongin Digelar di Kantor Camat Nambo

banner 120x600

BANGGAI – Pemerintah Kecamatan Nambo menggelar rapat koordinasi terkait program peningkatan sistem air bersih di wilayah Desa Sayambongin, Selasa (2/9/2025). Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Kantor Camat Nambo dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, di antaranya Camat Nambo Zubhan Ahmad, Kepala Bidang AMAL PUPR Kabupaten Banggai Crstopel Satolom, Kepala Desa Sayambongin, Ketua dan Anggota BPD, tim teknis PUPR, serta perwakilan masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Nambo Zubhan Ahmad menekankan bahwa program air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

“Program peningkatan air bersih ini adalah kebutuhan dasar warga yang harus dipenuhi. Pemerintah hadir untuk mendorong dan memfasilitasi agar kegiatan ini berjalan dengan lancar dan tepat sasaran,” ujar Zubhan Ahmad.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai tantangan seperti kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat kolaborasi dan komunikasi.

Sementara itu, Kepala Bidang AMAL PUPR Banggai, Crstopel Satolom, menjelaskan bahwa progres pekerjaan fisik peningkatan air bersih di Desa Sayambongin saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas, dokumentasi, serta partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program.

“Kami mengawal proses ini secara serius, dari aspek teknis di lapangan, dokumentasi visual, hingga keterlibatan masyarakat. Diharapkan pekerjaan ini selesai sesuai rencana dengan hasil yang maksimal,” jelas Cristopel.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa program peningkatan air bersih di Desa Sayambongin akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2025 dengan alokasi dana sebesar Rp1,4 miliar. Kegiatan lanjutan ini ditujukan untuk memperluas cakupan layanan air bersih dan memastikan seluruh warga desa mendapatkan akses yang layak dan berkelanjutan.

Rapat berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan dari masyarakat dan lembaga desa. Semangat kolaboratif serta komitmen untuk menyelesaikan proyek secara berkelanjutan menjadi titik tekan dalam rapat koordinasi ini.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *