BANGGAI — Jemaat Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB) Mawar Saron Gonohop merayakan usia pelayanan yang ke-100 tahun di Desa Gonohop, Kecamatan Simpang Raya, Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Momen seabad pelayanan iman ini dihadiri langsung oleh Bupati Banggai, Amirudin.
Didampingi Kapolresta Banggai Kombes Pol. Hendri Yulianto serta jajaran Forkopimda, Amirudin tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WITA dan disambut hangat oleh warga jemaat. Sebelum mengikuti ibadah syukur, Bupati meresmikan monumen 100 tahun GKLB Mawar Saron Gonohop yang berdiri di halaman gereja.
Dalam sambutannya, Amirudin menyampaikan apresiasi atas konsistensi jemaat dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan gotong royong selama satu abad. Menurutnya, perjalanan panjang sejarah Kristen di Gonohop, yang dimulai sejak pembaptisan pertama pada 1926, merupakan fondasi sosial yang penting bagi daerah.
“Satu abad merupakan tonggak sejarah yang sangat berharga. Di dalamnya tersimpan kisah iman, pengorbanan, kesetiaan, serta pelayanan dari para pendahulu,” ujar Amirudin, Sabtu. (1/8/2026).
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai menempatkan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan. Amirudin juga mengajak seluruh jemaat untuk terus mempererat kerukunan antarumat beragama serta mendukung program-program pemerintah daerah demi menjaga kedamaian di tengah keberagaman.
Dukungan pemerintah daerah tersebut mendapat respons positif dari pimpinan gereja. Ketua MPH Sinode GKLB, Pendeta Moses Hata’a, menilai kehadiran jajaran pemerintah dan Forkopimda merupakan bentuk perhatian nyata terhadap pelayanan gereja.
Ia menegaskan, momen peringatan seabad ini juga menjadi pendorong bagi warga jemaat untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
“Kami mengajak warga jemaat untuk terus berkontribusi bagi pembangunan di semua bidang kehidupan,” kata Moses.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MPHJ Mawar Saron Gonohop, Pendeta Grace C. Inawade, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya perayaan sejarah ini.
Berdasarkan keterangan tertulis Tim Liputan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banggai, perayaan seabad gereja ini disemarakkan dengan beragam kegiatan kemasyarakatan. Agenda tersebut meliputi napak tilas di lokasi pembaptisan pertama tahun 1926, perlombaan antarjemaat, pertandingan olahraga, jalan sehat, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis. */Ay













