BANGGAI – Bagi Iptu Nikodemus Wospakrik, S.Tr.K, seragam Brimob bukan hanya simbol ketegasan, tapi juga sarana pengabdian. Belum lama menjabat sebagai Komandan Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah, Nikodemus langsung menggerakkan anggotanya untuk menjalankan program Bus Sekolah Gratis di wilayah Kecamatan Nambo dan sekitarnya.
Setiap pekan, dua kali, kendaraan bus sekolah. Rutenya melintasi sejumlah titik menuju tiga sekolah, SMP Negeri 4 Luwuk, SMK Negeri 3 Nambo, dan SMP Negeri 2 Kintom. Anak-anak berseragam putih biru dan abu-abu tampak riang menaiki kendaraan yang biasanya digunakan dalam tugas pengamanan.
“Banyak pelajar harus menempuh jarak cukup jauh dengan akses transportasi terbatas. Kami ingin memastikan mereka bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman dan nyaman,” kata Nikodemus di Markas Kompi 2, Rabu, 29 Oktober 2025.

Program yang berawal dari inisiatif sederhana itu kini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para guru dan orang tua mengaku terbantu, terutama dalam menekan biaya transportasi harian. Kepala SMP Negeri 4 Luwuk menyebut, kehadiran bus Brimob membuat siswa datang tepat waktu dan lebih bersemangat belajar.
Bagi Brimob, kegiatan sosial seperti ini bukan hal baru. Dalam agenda Bhakti Sosial Satuan Brimob Polri, mereka kerap turun langsung membantu masyarakat dari tanggap bencana hingga dukungan pendidikan. Namun di Luwuk, inisiatif ini memiliki nuansa tersendiri, menjembatani jarak antara aparat bersenjata dan ruang belajar anak-anak.
“Brimob hadir bukan hanya saat masyarakat membutuhkan keamanan, tapi juga ketika mereka membutuhkan perhatian dan dukungan,” ujar Nikodemus.
Langkah kecil itu mungkin tak banyak mengubah peta pendidikan Banggai, tetapi menjadi contoh bagaimana aparat keamanan dapat membangun kedekatan melalui aksi nyata. Dari dalam kendaraan Brimob yang biasanya penuh perlengkapan taktis, kini terdengar tawa pelajar yang berangkat menuju masa depan mereka.*













