Example 970x250

Terkapar Sakit di Pondok Kebun, Pria Paruh Baya Asal Balut Dapat Pertolongan Warga dan Pemerintah Nambo

banner 120x600

BANGGAI – Seorang pria paruh baya bernama Siem Palabi (64), warga Kelurahan Lokotoy, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, ditemukan dalam kondisi sakit di pondok kebunnya yang terletak di Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai. Pria yang tinggal seorang diri di area perkebunan tersebut segera mendapatkan perhatian dari warga sekitar dan aparat pemerintah setempat, menandai sinergi yang kuat antara masyarakat dan institusi pemerintahan di wilayah itu.

Pada Hari Senin 13 Oktober 2025, kondisi Siem diketahui pertama kali oleh Taher Panok, tetangga kebun sekaligus Koordinator Pendidikan Kecamatan Nambo. Ketika menemukan Siem dalam keadaan sakit dan lemah, Taher tidak tinggal diam. Ia langsung menghubungi pemerintah Desa Koyoan untuk melaporkan kondisi darurat tersebut. “Saya lihat Pak Siem sudah sangat lemah, hampir tidak bisa beraktivitas. Saya segera lapor agar ada tindakan cepat,” ujar Taher.

Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Desa Koyoan langsung berkoordinasi dengan Camat Nambo, Zubhan Ahmad, Camat Zubhan berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Nambo, Alwiyah A Sagap, untuk menyiapkan tim medis dan ambulans guna menjemput Siem dan memberikan perawatan medis segera. Selain itu, Camat juga menghubungi Pendamping Dinas Sosial Kecamatan Nambo, Sadam, untuk memastikan aspek sosial pasien turut diperhatikan.

Pada pukul 17.00 WITA, tim kesehatan dari Puskesmas Nambo tiba di lokasi dan membawa Siem ke puskesmas. “Kami melakukan pemeriksaan awal dan mendapati pasien menderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan pneumonia. Kondisi ini membutuhkan penanganan intensif,” jelas Alwiyah, Kepala Puskesmas Nambo, melalui perawat di unit pelayanan.

Hingga laporan ini dibuat, kondisi Siem belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Oleh karena itu, dokter menganjurkan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan yang lebih komprehensif.
“Kami sudah menyiapkan surat rujukan dan akan menghubungi rumah sakit rujukan untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik,” tambahnya

Salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Nambo, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh semua pihak. “Ini adalah bukti nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, dan tenaga kesehatan. Pak Taher sebagai warga dan Koordinator Pendidikan, pemerintah desa yang responsif, serta Camat dan Puskesmas yang sigap menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di wilayah kami berjalan dengan baik,” katanya.

Situasi ini juga menjadi contoh bagaimana gotong royong dan kepedulian sosial di tingkat desa dan kecamatan mampu mengatasi persoalan kesehatan warga secara efektif, khususnya bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan medis. “Pondok kebun ini cukup terpencil, tapi berkat kerja sama semua pihak, Pak Siem tidak terabaikan,” ujar warga yang enggan dipublish namanya.

Sementara itu, Camat Zubhan Ahmad menegaskan komitmen pemerintah Kecamatan Nambo untuk terus meningkatkan respons dan pelayanan kepada masyarakat. “Kami bertekad menjaga sinergi ini, memastikan tidak ada warga yang terabaikan, terutama dalam situasi darurat. Penanganan Pak Siem ini kami jadikan contoh kerja sama yang harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Pendamping Sosial Kecamatan Nambo, Sadam, yang juga menjabat selaku Sekertaris Karang Taruna Kecamatan Nambo, menyatakan, “Selain aspek kesehatan, kami memastikan Pak Siem mendapatkan bantuan sosial yang diperlukan, baik dari sisi kebutuhan dasar maupun dukungan psikososial. Kami terus memantau kondisinya agar tidak ada yang terlewat.” kata Sadam.

Selain itu kata Sadam Ia juga sudah menghubungi warga yang satu kampung dengan pasien di Banggai Laut agar bisa menghubungi kerabat atau keluarga pasien di kampung.

Peristiwa ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya jaringan komunikasi yang kuat antara warga dan pemerintah, terutama di daerah-daerah yang aksesnya terbatas. Dukungan dan kesigapan seperti ini diharapkan menjadi standar baru pelayanan sosial dan kesehatan di Kabupaten Banggai dan sekitarnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *