Example 970x250

Kasus Dugaan Keracunan Massal di Moilong Berangsur Pulih, 11 Orang Masih Pemulihan

banner 120x600

BANGGAI – Kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, mulai menunjukkan titik terang. Sebanyak 130 warga dilaporkan mengalami gejala keracunan sejak Sabtu (11/10/2025), namun hingga Minggu pagi (12/10/2025), jumlah pasien yang masih dalam perawatan tersisa 11 orang.

Menurut informasi yang dihimpun dari pihak Puskesmas Toili 1, sebagian besar pasien telah mengalami pemulihan dan diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Dugaan sementara, keracunan terjadi setelah para siswa sehari sebelumnya mengonsumsi makanan bergizi (MBG) di wilayah tersebut.

Gambar meja kerja

Kepala Puskesmas Toili 1, Riska S.Kep.N.S., yang dikonfirmasi pada Minggu pagi, menyatakan bahwa penanganan dilakukan sejak laporan pertama diterima pada Sabtu pagi.

“Sebanyak kurang lebih 130 orang sempat tercatat mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare. Setelah diberikan penanganan, sebagian besar pasien berangsur pulih. Saat ini tinggal 11 orang yang masih kami rawat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa para pasien yang dirawat mayoritas berada dalam kondisi stabil, dan pihaknya tetap melakukan observasi intensif terhadap pasien yang tersisa.

Hingga kini, pihak Puskesmas bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai tengah menelusuri sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama karena jumlah korban yang cukup banyak dalam waktu singkat. Pemerintah kecamatan bersama tim kesehatan segera turun tangan memberikan respons cepat dan koordinasi lintas instansi.

Pihak Puskesmas Toili 1 juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang disajikan secara massal. Penjamah makanan juga diminta untuk memperhatikan kebersihan dan standar penyajian agar kejadian serupa tidak terulang.

“Untuk kegiatan besar, sebaiknya ada pengawasan dari petugas kesehatan atau pihak yang memahami standar sanitasi makanan,” tambah Kepala Puskesmas.

Meski jumlah pasien sudah jauh berkurang, pemantauan masih terus dilakukan terhadap warga yang sempat mengalami gejala ringan dan tidak sempat dibawa ke fasilitas kesehatan. Puskesmas Toili 1 juga membuka layanan konsultasi bagi warga yang merasa perlu memeriksakan diri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus memantau situasi dan akan menyampaikan hasil uji laboratorium begitu tersedia.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *