Example 970x250

Ratusan Siswa di Moilong Diserang Diare dan Mual Massal, Diduga Akibat Makanan dari Posko MBG

banner 120x600

BANGGAI – Kejadian mengejutkan terjadi di wilayah Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Sabtu pagi, 10 Oktober 2025, saat ratusan siswa dari berbagai tingkat pendidikan mengalami diare, mual, dan lemas secara bersamaan. Insiden ini membuat panik para guru, orang tua, hingga petugas kesehatan setempat.

Menurut laporan awal yang diterima dari SMA Negeri 1 Toili, sejumlah siswa mulai mengeluh sakit perut, mual, dan harus bolak-balik ke toilet sekitar pukul 09.00 WITA. Beberapa di antaranya terlihat lemas hingga harus ditangani langsung oleh pihak sekolah dan Puskesmas Moilong.

Gambar meja kerja

Tak berselang lama, sekolah lain di wilayah sekitar seperti SD TOU, beberapa SD negeri dan TK di sekitar Kecamatan Moilong juga melaporkan kejadian serupa. Total siswa yang mengalami gejala mencapai sekitar 130 orang.

Kepala Puskesmas Moilong, Riska S.Kep.N.S., menyampaikan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dari sekolah. Petugas medis diterjunkan ke beberapa titik untuk memberikan penanganan darurat.

“Begitu kami dapat laporan dari sekolah, kami langsung bergerak. Ada 59 siswa yang bisa kami tangani langsung di sekolah, tetapi 15 siswa lainnya harus dibawa ke Puskesmas karena terlihat sangat lemas,” jelas Riska saat ditemui awak media.

Riska menambahkan bahwa hingga sore hari, semua siswa masih bisa ditangani dengan baik di Puskesmas, dan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit. Ia memastikan bahwa stok obat-obatan, cairan infus, serta oksigen masih mencukupi.

Muncul dugaan bahwa kejadian ini disebabkan oleh makanan yang dibagikan sehari sebelumnya oleh Posko Makanan Bergizi (MBG) yang beroperasi di wilayah Moilong.

Namun hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi karena tidak ditemukan sampel makanan yang tersisa untuk diuji.

“Memang dugaan awalnya dari makanan MBG, karena semuanya makan dari situ sehari sebelumnya. Tapi kami belum bisa menyimpulkan secara pasti. Belum tentu keracunan, karena bisa juga faktor lain seperti kontaminasi silang atau kebersihan lingkungan,” terang Riska.

Puskesmas Moilong bersama tim kesehatan lingkungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, serta pihak kepolisian, kini sedang melakukan penyelidikan di lapangan. Mereka akan mengecek langsung dapur penyedia makanan MBG, melihat kondisi sanitasi dan kebersihan alat masak, serta mengumpulkan keterangan dari petugas dapur.

Pihak Puskesmas menyatakan bahwa jika ditemukan sisa makanan atau bahan mentah, akan segera dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui kemungkinan adanya bakteri, virus, atau bahan berbahaya lainnya.

“Ini bagian dari prosedur penanganan KLB (Kejadian Luar Biasa). Kita tidak boleh buru-buru menyimpulkan. Semua harus berdasarkan data dan hasil uji,” kata Riska.

Mengingat kejadian ini melibatkan anak-anak, Puskesmas Moilong meminta seluruh sekolah, penyedia makanan, serta orang tua untuk lebih waspada terhadap kebersihan makanan dan air minum. Pihak sekolah juga diimbau agar tidak membagikan makanan dari sumber yang belum jelas keamanannya.

“Kami minta kerja sama dari semua pihak. Kebersihan dapur, peralatan masak, serta bahan makanan harus jadi perhatian utama. Apalagi makanan itu dikonsumsi anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mendapati anak atau warga yang mengalami gejala serupa, seperti mual, muntah, diare, atau tubuh lemas.

Puskesmas menyatakan akan terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan siswa selama beberapa hari ke depan, serta memberikan edukasi ke sekolah-sekolah tentang tanda-tanda keracunan makanan dan cara penanganan pertamanya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *